Minggu, 05 Juli 2020 | 10:05:17 WIB

KPU Akui Pegang Salinan Perolehan Suara DPRD Papua

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 20:40 WIB
  • Ketua KPU Arief Budiman. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua dibakar sekelompok massa. Dokumen penetapan caleg DPRD Papua pun ludes dilalap si jago merah.
 
Beruntung, salinan dokumen itu sudah diserahkan ke KPU sebelum insiden itu terjadi. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan KPU bakal mempelajari ulang dokumen yang ada.
 
"Ya tapi kita sedang pelajari kita mau gunakan dokumen itu. Apakah pernah terjadi perubahan atau tidak. Nanti kita akan cek," kata Arief di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Arief menyayangkan peristiwa pembakaran tersebut. Menurut dia, warga seharusnya tak perlu berbuat anarkis dengan merusak fasilitas publik atau pemerintahan.
 
"Kalau ingin menyampaikan aspirasi sampaikan dengan benar," ujar dia.
 
Kamis, 29 Agustus 2019, massa berdemonstrasi di Jayapura untuk menentang tindakan rasialis terhadap mahasiswa Papua. Demonstrasi itu diwarnai dengan aksi pelemparan batu dan perusakan mobil aparat keamanan, perusakan fasilitas umum, dan pembakaran Kantor Majelis Rakyat Papua.
 
Aksi anarkis ini merembet dengan membakar kantor KPU Papua pada 30 Agustus sekitar pukul 04.00 WIB.
 
Komisioner KPU Papua Adam Arisoy menduga pembakaran Kantor KPU Papua di Jalan Soa Siu, Mandala, Jayapura Utara, Kota Jayapura, ini merupakan imbas dari kerusuhan di Kantor Gubernur. Kantor KPU Papua hanya berjarak 180 meter dari Kantor Gubernur.
 
"Kita tahulah, mereka bermalam di Kantor Gubernur. Kantor KPU kan berdekatan dengan Kantor Gubernur. Informasi yang saya dapat mereka cuma demo damai, tapi tidak tahu kenapa sampai mereka bertahan di Kantor Gubernur," ujar Arisoy.

MEDCOM