Selasa, 07 Juli 2020 | 02:59:23 WIB

20 Guru Besar Desak Jokowi Coret Capim KPK Bermasalah

Senin, 2 September 2019 | 21:01 WIB
  • Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (ketiga kiri) berbincang dengan capim KPK lainya saat bersiap mengikuti tes kesehatan Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (26/8/2019). (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Sebanyak 20 guru besar dari sejumlah universitas di Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo selektif memilih calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, meminta presiden mencoret nama kandidat yang diduga tak berintegritas dan bermasalah.
 
"Agar Presiden dapat selektif memilih calon Pimpinan KPK yang berintegritas dan memiliki rekam jejak yang bersih," kata Komaruddin dalam surat terbuka, Senin, 2 September 2019.
 
Komaruddin dan 19 guru besar lain meneken surat terbuka mengatasnamakan 'Guru Besar Antikorupsi' menolak kandidat pimpinan bermasalah. Mereka minta presiden memperhatikan komposisi panitia seleksi, kinerja, dan kandidat yang diseleksi.

Komaruddin menyebut akan menyerahkan surat itu ke istana siang ini. Dalam surat tersebut, para guru besar menekankan pentingnya integritas kandidat pimpinan KPK.
 
"Prinsip integritas mutlak harus dimiliki oleh lima komisioner KPK terpilih karena mereka yang nantinya akan memimpin sebuah lembaga anti korupsi," kata Komaruddin.
 
Kedua, presiden juga diminta melihat rekam jejak calon komisioner KPK. Komaruddin dan kawan-kawan yakin Jokowi ingin pimpinan KPK mendatang merupakan figur yang tidak bermasalah atau mempunyai catatan negatif di masa lalu, baik secara etik maupun hukum.
 
"Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas kelembagaan KPK di mata masyarakat dan dunia internasional. Besar harapan kami Bapak Presiden akan terus memperkuat KPK," ungkap dia.

MEDCOM