Jumat, 13 Desember 2019 | 11:23:19 WIB

AK Sembunyikan Anak Kandung dari Pembunuh Bayaran

Selasa, 3 September 2019 | 20:30 WIB
  • Tersangka otak pembunuhan berencana Aulia Kesuma (AK). (FOTO: KOMPAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Aulia Kesuma (AK), 45, menyembunyikan keberadaan anak kandungnya saat menghabisi sang suami, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, 54, dan anak tirinya, M Adi Pradana, 23. Angel dan Rena, kedua anak Aulia, sedang dititipkan.
 
"Saya tidak kasih tahu Rena di mana, Angel di mana, karena ada keluarga eksekutor (pembunuh bayaran) yang tidak terima merekanya terlibat," kata Aulia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 3 September 2019.
 
Menurut dia, Angel dan Rena kini masih berada di tempat yang aman. Ia hanya memberitahu keberadaan Angel dan Rena kepada penyidik demi keamanan keduanya.

"Saya tidak mau anak saya kenapa-kenapa. Jadi, saya mau lindungi dia," ungkap Aulia.
 
Rena adalah anak kandung Aulia dari hasil pernikahannya dengan Edi. Sementara itu, Angel ialah buah hatinya dari pernikahan dengan suami pertama Aulia.
 
"Angel ini adik kandungnya Kelvin (tersangka Geovanni Kelvin) dari ayahnya yang pertama," beber Aulia.
 
Kasus pembunuh ini terkuak ketika mayat Edi dan Dana ditemukan dalam sebuah minibus yang terbakar di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 25 Agustus 2019. Polisi menemukan kedua jenazah adalah korban pembunuhan yang didalangi Aulia.
 
Istri muda Edi itu menyewa empat pembunuh bayaran dari Lampung untuk menghabisi suami dan anak tirinya. Aulia menjanjikan pelaku duit Rp400 juta bila misinya berhasil.
 
Para pembunuh bayaran itu mulanya membunuh kedua korban di rumahnya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, jasad korban disimpan di minibus Toyota Cayla.
 
Para pembunuh bayaran itu lalu pulang ke Lampung setelah diberikan uang Rp10 juta. Kemudian, Aulia dan Kelvin membawa kedua jasad menggunakan Toyota Cayla berwarna hitam.
 
Aulia membawa Toyota Cayla sendirian, sedangkan Kelvin mengemudikan Toyota Cayla berisikan dua jasad tersebut. Setiba di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Cicurug, Sukabumi, Kelvin membeli delapan botol Pertalite.
 
Untuk menghilangkan barang bukti Aulia menyuruh Kelvin membakar mobil dan dua jasad tersebut di dekat jurang kawasan Kampung Bondol, Sukabumi. Saat menyalakan api, Kelvin terkena luka bakar.
 
Panik, Aulia akhirnya batal mendorong mobil itu ke dalam jurang. Aulia langsung kabur ke Jakarta untuk membawa Kelvin ke rumah sakit.
 
Melihat mobil terbakar, masyarakat melaporkan ke polisi. Setelah penyelidikan, aparat Polres Sukabumi menangkap Aulia di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019 pukul 11.00 WIB dan Kelvin di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Aulia sempat ditahan di Polres Sukabumi lalu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Kelvin masih dirawat di Rumah Sakit Pertamina. Sementara itu, dua pembunuh bayaran, Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid, ditangkap di Lampung, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Seluruh tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Mereka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun.

MEDCOM