Selasa, 14 Juli 2020 | 13:21:40 WIB

Rasa Cinta pada Rasulnya, Warga Falabisahaya Adakan Maulid Nabi 1441H

Kamis, 5 Desember 2019 | 11:09 WIB
  • (Foto: Rudi/Lindo)

SULA, LINDO - Sudah menjadi adat dan tradisi kebiasaan pada umat Islam diseluruh dunia, jika datangnya bulan Rabiul Awal tahun hijriah, mereka umat Islam dengan penuh gembira penuh kekhusyuan menyambut datangnya bulan kelahiran yang mulia baginda Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib yang kelahirannya tepat Malam ke-12 bulan Rabi'ul Awal.

Nabi Muhammad ialah sang revolusioner, diusia beliau yang maaih 23 tahun, nabi sudah di angkat oleh Allah SWT, sebagai nabi terakhir yang diutus untuk menyempurnakan tugas kenabian dan kerasulan nabi dan rasul sebelumnya dengan di berikan sebuah mukjizat yang sangat luar biasa, yakni Kitabullah Al Quran Alkarim.

Sang suri tauladan pada waktunya, dia yang mengajak dan membawa manusia dari zaman yang gelap gulita menuju zaman yang bertaburan cahaya nan terang benderang penuh dengan rahmat dan berkah Allah SWT.

Berkaitan dengan hal itu, warga muslim yang ada di desa Falabisahaya, kecamatan Mangoli Utara, menyambut gembira hari kelahiran Nabi akhir zaman, Muhammad Rasulullah SAW.

Masyarakat menyambut dengan lantunan shalawat di setiap masjid-masjid.

Panitia hari besar Islam Hi Safrin Tuguis, merasa gembira atas peringatan maulid Nabi yang di meriahkan dengan berbagai lomba-lomba keagamaan, diantaranya lomba Dai Cilik, menghafal Alquran, dan Shalawatan.

Dalam sambutan ketua PHBI, sepanjang ia menjabat sebagai ketua PHBI dari tahun 2015 hingga sekarang ketika ada permintaan anggaran ke Pemda Kepsul tidak pernah di respon.

Sebelumnya, para siswa-siswi dari tingkat SD hingga tingkat SMA, di desa Falabisahaya dan muspika Mangoli Utara di pimpin langsung Kapolsek Iptu Saparudin Bela dan Danramil Kapten Inf Awat Manjeng, mengadakan jalan sehat.

Kemudian di malam pembukaan lomba yang di buka oleh Camat Mangoli Utara Farid Umasangadji, menegaskan, Alhamdulillah pada malam hari ini ia bisa merasakan indahnya Islam dan manisnya iman.

"Semoga kegiatan dapat merubah karakter generasi muda Falabisahaya dan Mangoli Utara, dan dapat meningkatkan membaca Alquran serta mengurangi membaca hal-hal yang tidak baik atau negatif, tentunya lewat pengawasan ketat oleh setiap orang tua," katanya.

Dalam acara puncak dan penerimaan hadiah oleh pemenang lomba, yang di hadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes dengan rombongan beberapa pimpinan SKPD Kepulauan Sula.
Bupati Hendrata menyampaikan pada tamu undangan bahwa ia
merasakan seperti di rumah sendiri jika berada di desa Falabisahaya karena keberagaman yang ada di Falabisahaya sangat indah.

"Pemerintah butuh masyarakat dan masyarakat pun butuh pemerintah," tandasnya.

Hendrata berjanji bahwa tahun depan ia pastikan PHBI akan ada anggarannya.

"Yang paling penting dan harus di garis bawahi, substansi keadilan adalah yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar," tutup Hendrata.

Dalam kesempatan itu, pemda juga menghadirkan penceramah yang juga pengurus pusat MUI, KH Abdul Mannan Gani.

Didalam tausiah maulid Nabi, Kiyai katakan ia sangat bersyukur pada Allah SWT karena pada malam ini ia berada di desa Falabisahaya, Mangoli Utara kabupaten Kepulauan Sula, yang tidak pernah terpikirkan oleh dirinya.

"Saya bisa bertemu masyarakat muslim di desa Falabisahaya.
Kiyai Mannan mengajak dan menegaskan pada masyarakat, kalau peringatan maulid Nabi itu adalah tanda bahwa kita sangat bergembira atas kelahiran kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Sang ustat juga menegaskan tugas manusia adalah memakmurkan bumi ini.

"Kalau kita tinggal dan berada di Sula, maka kita harus memakmurkan bumi Sula. Jangan sampai kita sering menebar kebohongan atau hoax. Makhluk yang pertama bikin hoax adalah iblis.
Tujuan dan maksud kegiatan ini pastinya dapat memberi semangat pada umat Islam agar harus kembali membangun peradaban Islam dari masjid," tuturnya.

RUDI