Jumat, 05 Juni 2020 | 18:50:47 WIB

Ini Kata Rocky Gerung Dalam Seminar Nasional: Rektor Jangan Asal Main DO Mahasiswanya

Kamis, 9 Januari 2020 | 19:41 WIB
  • Foto sultan saat mengikuti seminar di kampus unkhair ternate

Ternate LINDO - Rabu (08/01/20) BEM UNIVERSITAS KHAIRUN (Unkhair) melaksakan Seminar Nasional dengan tema _"Dinamisasi Gerakan Nasional dan Kampus Dalam Pembangunan NKRI"._

Kegiatan seminar yang digelar di Aula Banau, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate itu ramai dihadiri mahasiswa dan masyarakat sekitar. 

Pada seminar kali ini di isi oleh pemateri yang berasal dari kalangan akademisi yakni Dr. Syahrir Ibnu dan Nurdin I. Muhammad serta salah satu bapak filsafat Indonesia Rocky Gerung.

Seminar nasional yang di laksanakan itu bertujuan untuk menanggapi surat keputusan Drop Out (DO) Nomor 1860/UN44/KP/2019 yang di keluarkan rektor Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate Prof. Dr. Husen Alting SH., MH kepada empat orang mahasiswa Unkhair.

Keempat mahasiswa tersebut di Drop Out (DO) atau di berhentikan karena turut serta dalam aksi unjuk rasa peringatan 58 tahun deklarasi kemerdekaan rakyat papua barat pada senin (2/12/19) di Universitas Muhammadiyah (UMMU) Ternate.

_"tidak ada sistem DO di dalam kampus, Yang ada hanya sistem itu sendiri yg mendrop out mahasiswa"_ ucap rocky gerung saat menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa.

selain itu, rocky pun menjelaskan bahwa polisi tidak bisa asal masuk kedalam lingkungan kampus, kecuali ada laporan dari masyarakat bahwa di lingkungan kampus terdapat kasus tindak pidana.

_"jadi rektor pun tidak bisa asal main DO mahasiswanya, jikalau terdapat unsur pidana ya laporkan kepada pihak berwajib. Bukan malah menggunakan haknya sebagai rektor untuk mendrop out mahasiswanya."_ Tuturnya roky

setelah acara seminar nasional selesai, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Demokrasi Kampus (SPDK) serentak mengadakan orasi serta membentangkan spanduk yang bertuliskan *"Rektor Unkhair Harus Segera Mencabut Surat Keputusan Drop Out Nomor 1860/UN44/KP/2019 Dan Mengembalikan Fungsi Kampus Sebagai ruang Kebebasan Berpendapat Dan Berfikir"

"Apakah aksi pada tanggal 2 desember merupakan kesalahan teman teman? Tidak!!!"_ Ucap orator kepada masa aksi di sekitar aula banau. Orator yang saat di konfirmasi bernama Ardi M. Nur merupakan salah satu mahasiswa yang menjadi korban DO dari pihak Universitas.

 

Ardi pun menjelaskan bahwa dia beserta 10 orang rekannya yang di bawa ke Polres Kota Ternate di introgasi dan dianiyaya  oleh oknum intelejen kepolisian maupun dosen yang turut serta ke polres.

 

"Menurut saya rektor tak bisa memberhentikan keempat mahasiswa itu. Dan rektor juga harus independent tidak bisa sewenang wenangnya, rekan rekan kami di sini berniat mengaspirasikan suara rakyat, bukan mau menjadi penjahat."_ Ucap Gunawan mahasiswa Fakultas Hukum universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate.(sultan)