Kamis, 04 Juni 2020 | 04:51:50 WIB

Kepala Sekolah SDN-1 Falabisahaya Di Duga Keras Melakukan Pungli Pada Siswa Dengan Modus Persetujuan Orang Tua Murid

Kamis, 16 Januari 2020 | 15:08 WIB
  • Foto Rudi Umaternate Lindo Sula

KEP,SULA LINDO- Salah satu cara pemerintah dalam memantapkan sumber daya manusia atau turut mencerdaskan kehidupan bangsa adalah dengan cara mengkucurkan anggaran Dana yang disebut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di setiap sekolah di indonesia. 

Di sekolah dasar negeri satu (SDN 1) falabisahaya, setiap siswa dari kelas satu sampai kelas 6 di bebankan biaya persiswa Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah).falabisahaya 16/01/20

Dari keterangan beberapa wali murid yang meminta identitasnya tidak  di publikasikan oleh media mengatakan bahwa "sebenarnya kami keberatan karena yang kami ketahui, semuanya sudah ada di dalam Dana BOS. 

Mau tidak Mau ya kami berikan saja uang Rp. 20.000,- yang di minta pihak sekolah untuk pemasangan meteran atau instalasi listrik.katanya

Hal tersebut di konfirmasi ke Kepala  Sekolah dia  mengatakan bahwa dirinya dan pihak sekolah  tidak meminta pungutan untuk pembayaran pemasangan meteran listrik atau instalasi.ucapnya 

Kami hanya meminta uang keterampilan dan bila ada sisa kelebihannya kami akan gunakan untuk memasukkan listrik di sekolah untuk menunjang kerja-kerja di sekolah,Karena sementara ini sekolah sangat membutuhkan  listrik dan itu kami ambil dari rumah dinas sekolah.

Kami lakukan  semua ini  sudah di setujui oleh orang tua wali murid yang hadir. Kata Kepsek dengan penuh santai.

menyingkapi hal tersebut kami pun mengkonfirmasi ke Kadis Pendidikan Kepsul, Ishak Umamit saat di hubungi via telephone mengatakan: PERMENDIKBUD No. 3 Tahun 2019 dalam halaman 31 s/d 39 angka poin tujuh tentang pembiayaan barang dan jasa yaitu telephone, internet dan termasuk juga listrik Semuah itu sudah termasuk di dalam dana BOS.katanya

Jadi langkah atau kebijakan yang  diambil kepsek berinisial  ED  sudah keluar dari juknis.jelas kadis.

Lanjutnya bahwa Kalau memang itu yang terjadi maka Saya akan memanggil Kepsek SDN-1 untuk Saya Tindak,dan menurut saya bahwa 
Dia kepsek tidak paham tentang juknis BOS tersebut,karena menurut saya hal tersrbut telah di cantumkan di dalam
 point 39 item 1 sampai item 13, di point 7 mengatakan tentang pengadaan barang Dan jasa, sudah di tetapkan di dalamnya. Tutup kadis Pendidikan.(RUDI UTER)