Senin, 30 Maret 2020 | 17:24:18 WIB

Pastikan Observasi 238 WNI Sesuai Prosedur, Menhan Dan Menkes Kunjungi Pulau Natuna

Rabu, 5 Februari 2020 | 19:32 WIB
  • (FOTO : HUMASKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Pertahanan (Menhan) H. Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto pada Rabu (5/2/20) melakukan kunjungan ke Pulau Natuna. Rombongan berangkat pukul 09.00 WIB dengan menggunakan pesawat Boeing Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Kunjungan ini dilakukan oleh Prabowo Subianto selaku Menhan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan segala kegiatan dibidang  pertahanan.

Seperti kita ketahui, saat ini Pangkalan Militer di Pulau Natuna menjadi tempat observasi bagi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) beserta tim aju dan kru pesawat penjemput dari Wuhan, China.  Semua yang diobservasi telah dipastikan dalam keadaan sehat dan menjalani prosedur sesuai dengan protokol kesehatan standard WHO.

Menhan melakukan kunjungan di Natuna untuk memastikan Pangkalan Militer yang digunakan untuk tempat observasi dan pasukan TNI yang bertugas melayani, dalam keadaan baik dan bekerja dengan penuh dedikasi.

Disela-sela kunjungan, Menhan memberikan bantuan obat-obatan bagi WNI dari Wuhan yang sedang menjalani observasi.

Menhan juga ingin memastikan, dinamika yang dilakukan masyarakat Natuna yang menyampaikan aspirasi agar Natuna tidak menjadi tempat observasi, dapat ditangani dengan baik dan komprehensif. Menurutnya, Pangkalan Militer di Pulau Natuna adalah tempat yang strategis dan dinilai paling layak untuk menjadi tempat observasi saat ini.

“Pertimbangannya adalah tempat tersebut jauh dari pemukiman masyarakat (sekitar 5 km), dan didukung dengan infrastruktur dan personel yang disiplin dan sangat siap untuk tugas-tugas kegawatdaruratan,” terang Prabowo..

Ia juga memastikan, TNI yang bertugas dalam kondisi baik dan bekerja dengan setulus hati demi keselamatan WNI.

Menhan menghimbau kepada masyarakat di sekitar Pulau Natuna, agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kegiatan observasi WNI dari Wuhan ini kepada pemerintah.

“Masyrakat harus yakin bahwa pemerintah selalu mengutamakan keselamatan masyarakat tanpa terkecuali, untuk itu standard yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani permasalahan virus corona ini cukup ketat dan disiplin,” ujarnya.

Dengan bantuan dari masyarakat Natuna dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia, maka Menhan yakin, proses observasi yang harus dijalani selama 14 hari ini akan berjalan dengan baik, dengan segala risiko yang sudah diperhitungkan termasuk mempertimbangkan keselamatan masyarakat Pulau Natuna tetap terjaga.  (ARMAN R)