Rabu, 03 Juni 2020 | 22:26:31 WIB

Pangkohanudnas Pimpin Upacara Hut Ke - 58 Kohanudnas

Senin, 10 Februari 2020 | 13:23 WIB
  • (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsda Imran Baidirus, S.E memimpin upacara Hari Ulang Tahun hut ke-58 Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), di lapangan upacara Mako Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin Pagi (10/2/20).

Tema dalam Hut ke- 58 Kohanudnas adalah “Kohanudnas siap dan selalu siaga setiap saat sepanjang tahun untuk menjaga kedaulatan wilayah udara nasional".

Hadir dalam upacara tersebut, Kepala Staf Kohanudnas, para Panglima Kosekhanudnas I, II, III, dan IV, Komandan Pusdiklathanudnas, Para Perwira, bintara, tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kohanudnas.

Dalam sambutannya, Panglima Kohanudnas (Pangkohanudnas) mengucapkan dirgahayu ke-58 kepada seluruh warga kohanudnas di manapun berada dan bertugas, disertai doa dan harapan semoga menjadi pendorong semangat untuk meningkatkan kinerja, kebanggaan, dan militansi segenap keluarga besar kohanudnas dalam melaksanakan tugas di bidang pertahanan udara.

“Sepanjang sejarah kelahirannya, sejak 9 februari 1962 lalu, Kohanudnas telah mampu menunjukkan peran aktifnya bagi keberhasilan pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI), bangsa dan Negara, dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan negara di udara,” ujar Marsda Imran Baidirus.

Sesuai dengan tugasnya, kohanudnas menyelenggarakan operasi pertahanan udara secara terus menerus sepanjang tahun bersifat komando gabungan khusus, dengan kekuatan inti TNI AU (Angkatan Udara), didukung oleh komponen matra lain.

Menurut Pangkohanudnas, secara ideal sistem pertahanan udara nasional harus mampu mengawasi serta melindungi seluruh wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kemungkinan ancaman serangan udara lawan yang berupa pesawat berawak maupun tidak berawak/drone.

Dinamika perkembangan strategis pada tatanan global kata Pangkohanudnas, berpengaruh pada kebijakan geopolitik dan geoekonomi serta memberikan multiplier effect terhadap Ipoleksosbud dan pertahanan keamanan suatu negara. potensi ancaman akan berubah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, isu ekonomi global, HAM, demokratisasi, lingkungan hidup, terorisme, kejahatan lintas negara, senjata pemusnah masal, Iptek,krisis pengungsi dunia, keamanan pangan, energi dan air, serta proxy war dan ancaman siber.

“Sebentar lagi akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di beberapa daerah. Selaku Pangkohanudnas, saya memerintahkan agar para personel Kohanudnas dan jajaran dapat bersikap netral dalam menghadapi Pilkada sesuai kebijakan pimpinan TNI. mengingat begitu pentingnya sikap netralitas, baik dari mulai tahapan sampai dengan pelaksanaan Pilkada, masalah netralitas TNI harus benar-benar dipahami, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan prajurit,” ujar Pangkohanudnas. 

Ia menambahkan, sampai dengan usianya yang ke 58 tahun, Kohanudnas telah banyak kontribusinya dalam penegakkan hukum serta menjaga keamanan wilayah udara nasional. Keberhasilan pencapaian tugas Kohanudnas sangat tergantung kepada kemampuan, kekuatan dan pola gelar yang dilaksanakan. Pembangunan pertahanan udara nasional telah dilaksanakan secara bertahap. TNI akan menambah Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) nya, baik radar, pesawat tempur sergap, rudal jarak sedang maupun penangkis serangan udara.

Dengan penambahan Alutsista ini, Pangkohanudnas mengharapkan, Kohanudnas semakin memiliki kemampuan menjaga dan mengawal seluruh wilayah NKRI, terutama wilayah di sepanjang perbatasan dengan negara-negara lain. oleh karenanya, tingkatkan terus kesiapan operasional dan profesionalisme, agar Kohanudnas benar-benar menjadi kekuatan udara yang tangguh, andal dan disegani lawan, guna mengawal wilayah udara nasional.

“Saya yakin, dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, pada segenap prajurit Kohanudnas akan mampu membawa kesatuan ini melaksanakan tugas pokok yang dilandasi sesanti ”Labda Prakasa Nirwikara” yang artinya berdasar kemahiran dan kecakapan khusus,” kata Pangkohanudnas.

Usai upacara tersebut, dilanjutkan dengan acara pemotongan nasi tumpeng oleh Pangkohanudnas yang diberikan kepada personel militer dan PNS Kohanudnas yang akan memasuki masa purna tugas. (ARMAN R)