Jumat, 10 Juli 2020 | 22:30:27 WIB

Masuki Tahun 2020, Kemnaker Selenggarakan Dialog Sosial Perundingan Dan Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama

Senin, 17 Februari 2020 | 22:57 WIB
  • (FOTO : KEMNAKER/LINDO)

TANGERANG, LINDO - Memasuki Tahun 2020, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan acara Dialog Sosial Perundingan dan Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) selama tiga hari yaitu 17 - 19 Februari 2020, di Atria Hotel, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten, Senin (17/2/20).

Acara Dialog tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Sesdisnaker) Kabupaten Tangerang Osman Jayani, M.si mewakili Kadisnaker Kabupaten Tangerang Ir. H.Jarnaji, MM, Kasubdit PP & PKB Kemnaker Wiwik Wisnu Mutri mewakili Direktur Persyaratan Kerja Kemnaker Dra. S. Junaedah AR, MM dan dua Trainer yang berkompeten dalam PKB, yaitu Enung Yani dan Timboel Siregar.

Dalam acara ini diikuti sebanyak 80 peserta, yang terdiri dari Mediator Hubungan Industrial, Manajemen perusahaan, Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) atau perwakilan pekerja dari perusahaan di lingkungan Disnaker wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Sesdisnaker Kabupaten Tangerang Osman Jayani dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara Dialog Sosial ini. Dipilih Kabupaten Tangerang sebagai tempat acara Dialog Sosial Perundingan dan Pembuatan PKB oleh Kemnaker, menurutnya sudah tepat dan efektif, mengingat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah yang besar, juga memiliki banyak perusahaan.

"Dari 4400 Perusahaan yang ada di Kabupaten Tangerang, baru 700 perusahaan yang sudah memiliki PKB (Perjanjian Kerja Bersama). Untuk itu, kami mempunyai tanggung jawab moril melalui acara ini, mendorong perusahaan untuk memiliki PKB," ungkap Osman.

Pada kesempatan yang sama Kasubdit PP & PKB Kemnaker Wiwik Wisnu Murti dalam sambutannya mengatakan, kemajuan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh pengelolaan manajemen perusahaan yang baik, namun juga ditentukan oleh employee engagement (keterlibatan karyawan).

Begitupun kondisi hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan, hanya bisa dicapai jika pengusaha dan pekerja bisa saling bahu membahu menggerakkan roda perusahaan dengan baik.

"PKB merupakan salah satu wujud keterlibatan karyawan dalam rangka turut serta menciptakan hubungan industrial yang kondusif dan sekaligus mendorong kemajuan perusahaan. Namun demikian, yang tak kalah penting setelah disepakatinya PKB oleh manajemen dan Serikat Pekerja (SP) di Perusahaan, maka kemudian yang menjadi tugas dan tanggung jawab para pihak adalah melaksanakan PKB yang telah disepakati dengan sebaik-baiknya," jelas Wiwik.

Melalui dialog Sosial Perundingan dan Pembuatan PKB ini tambahnya, diharapkan para pelaku hubungan industrial mampu menyamakan persepsi dan interpretasi pengaturan syarat - syarat kerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 28 tahun 2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta pembuatan dan pendaftaran PKB.

"Kita ketahui bersama bahwa perbedaan persepsi dan interpretasi terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dapat menjadikan salah satu hambatan didalam merumuskan suatu PKB. Disamping itu, sering terjadi perundingan PKB berlarut -larut, juga tak jarang disebabkan oleh karena tidak adanya komitmen yang sama dan rasa empati, serta tidak didukung data dan fakta," ungkap Wiwik.

Untuk itu menurutnya, kendala - kendala itulah yang harus didialogkan bersama sekaligus mencari solusi dan rekomendasi untuk nantinya dijadikan pedoman bagi para pelaku hubungan industrial.

Metode penyelenggaraan dialog tersebut ini diselenggarakan dalam bentuk pemaparan materi oleh para Trainer Hubungan Industrial, yaitu Enung Yani yang memaparkan tentang Materi berunding dalam pembuatan PKB dan Timboel Siregar memaparkan materi Tahapan dan Strategi Perundingan dalam Pembuatan PKB.

Tidak ketinggalan, Kasubdit PP & PKB Kemnaker Wiwik Wisnu Murti juga menjelaskan mengenai pendaftaran e-PKB dan acara Dialog ini diakhiri dengan Diskusi Teknik Penyelesaian Permasalahan dalam Perundingan PKB. (ARMAN R)