Rabu, 08 April 2020 | 07:04:22 WIB

Lantamal XII Pontianak Gagalkan Illegal Loging

Senin, 24 Februari 2020 | 22:06 WIB
  • (FOTO : DISPENLANTAMALXII/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pos Angkatan Laut (Posal) Lanal Ketapang, Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak, menggagalkan penyelundupan 600 batang kayu glondongan campuran dan 150 kayu jenis belian hasil pembalakan liar, di perairan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar)

“600 batang Kayu glondongan campuran tersebut dirangkai menjadi rakit dan ditarik menggunakan satu buah kapal motor. Sedangkan150 kayu jenis belian diangkut juga dengan menggunakan satu buah kapal motor,” ungkap Komandan Lantamal (Danlantamal) XII Pontianak Laksma TNI Agus Hariadi, Rabu (19/2/20).

Penemuan Barang Bukti (BB) ini lanjutnya, berawal dari informasi masyarakat sekitar dan ditindak lanjuti oleh tim Intelijen Lantamal XII, dengan melaksanakan pengintaian beberapa hari sebelumnya. Setelah mendapatkan hasil yang valid bersama dengan patroli rutin, Posal Ketapang melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap dua kapal motor bermuatan kayu, di perairan Kabupaten Ketapang

“Saat dilaksanakan pemeriksaan, nahkoda kapal tidak dapat menunjukan dokumen resmi pengangkutan dan perizinan serta dokumen pengawak Anak Buah Kapal (ABK),” ujar Laksma TNI Agus Hariadi

Ia menambahkan, dari pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang nakhoda kapal motor. Adapun nahkoda kapal motor yang mengangkut 600 kayu glondongan campuran, berinisial Ac dengan tiga ABK berinisial Jo, Uj, dan An kesemuanya merupakan warga asal Tanjung Pura. Sedangkan nahkoda kapal motor yang mengangkut 150 batang kayu jenis belian berinisial Yu dengan satu ABK berinisial Ja kesemuanya merupakan warga asal Hulu Sungai Desa Sandai.

Danlantamal XII menjelaskan, dari pemeriksaan sementara diketahui bahwa kayu glondongan campuran berasal dari kebun masyarakat desa Tanjung Pura, sedangkan kayu jenis belian berasal dari hulu sungai Desa Sandai

Berdasarkan pengakuan dari dua Nahkoda kapal motor tersebut, bahwa kapal motor pertama dengan muatan jenis kayu glondongan, berasal dari Tanjung Pura dan dibawa menuju Negeri Baru Kabupaten Ketapang  sedangkan kapal motor kedua dengan muatan jenis kayu belian berasal dari Hulu Sungai desa sandai dan dibawa menuju Kampung Kawung Kabupaten Ketapang.

Saat ini pelaku berikut BB sudah diserahterimakan dari Posal Ketapang Peltu Rohman dan Kopka Widodo kepada Penegak Hukum (Gakkum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Pontianak Isnaini dan Kirin, pada Jumat (21/2/20) untuk diproses penyidikannya.

Danlantamal XII mengatakan, akan terus berusaha mengembangkan kasus dengan mencari lokasi pembalakan liar serta pelaku yang menampung kayu hasil pembalakan liar itu. (ARMAN R)