Sabtu, 08 Mei 2021 | 08:36:57 WIB

Kadis Kesehatan dan Dirut RSUD Sula Undur Diri saat Wabah COVID-19 Mengancam

Senin, 30 Maret 2020 | 14:07 WIB
  • Kepala Dinas Kesehatan Sula Muhammad Irvan Pora dan Direktur RSUD Sanana dr Ivan Sangadji. (Foto: Imel/Lindo)

SANANA, LINDO - Wabah Virus Corona/COVID-19 yang menyerang Indonesia, terus menerus mengalami peningkatan jumlah orang yang positif terjangkit virus ini. Semua jadi perhatian pada panyakit ini, termasuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga ikut fokus pada penanganan pencegahan COVID-19.

Tidak terkecuali dengan kabupaten Kepulauan Sula, semua instansi teknis dan vertikal pun ikut fokus dan bekerja keras dalam pemberantasan penyebaran Virus Corona di kabupaten Kepulauan Sula.

Saat semua lagi tertuju pada pemberantasan penyelenggaraan COVID-19, berhembus kabar tidak sedap datang dari Dinas Kesehatan kabupaten Kepulauan Sula dan RSUD Sanana.

Menurut informasi yang di himpun oleh media ini bahwa Kepala Dinas Kesehatan Sula Muhammad Irvan Pora dan Direktur RSUD Sanana mengundurkan diri dari jabatan yang di amanahkan kepada mereka.

Apa penyebab dua pejabat tersebut mundur secara tiba-tiba di saat situasi daerah sangat genting.

Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada kepala bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Kepulauan Sula, Basiludin Lambesi terkait pengunduran diri kedua pejabat daerah tersebut.

Basiludin menjelaskan bahwa Kepala Dinas Kesehatan mundur karena faktor kesehatan dan Direktur RSUD Sanana dr Ivan Sangadji mundur karena keinginan pribadi.

"Memang benar dua pejabat dilingkungan pemda kabupaten Kepulauan Sula mudur dari jabatannya masing-masing. Yang pertama Kepala Dinas Kesehatan Muhamad Irvan Pora, SKM dan dr Ivan Sangadji mudur dari direktur RSUD Sanana. Kadis kesehatan mundur karena faktor kesehatan, pak Ivan sudah meminta langsung pada pak bupati untuk konsentrasi pada pengobatan," katanya.

Sedangkan dr Ivan Sangadji mundur karena keinginan secara pribadi, namun secara teknis tidak disampaikan secara detail. Penyampaian mundur tersebut sudah diketahui oleh bupati Kepsul.

"Untuk itu bapak bupati akan segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk mencari pangganti keduanya dan mungkin dalam waktu singkat, bupati akan mengganti kedua pejabat itu," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Basiludin mengakui bahwa pengunduran diri dua pejabat tersebut tidak mengurangi pelayanan kesehatan di dua instansi tersebut.

"Yang jelas pengunduran kedua pejabat itu tidak akan menghambat pelayanan di dua instansi itu," cetusnya.

Dihubungi secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Sula Muhammad Irvan Pora mengakui ihwal pengunduran dirinya. Dalam perbincangan via aplkiasi medsos, Irvan menegaskan bahwa dirinya sedang dalam keadaan sakit dan harus fokus pada penyembuhan penyakit yang di deritanya.

"Iya, saya sudah mengundurkan diri, keputusan itu harus saya ambil karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, walaupun momentumnya tidak tepat, kita masih menghadapi COVID-19. Secara fisik saya harus hadir dalam penanganan COVID-19, tetapi tidak mungkin saya lakukan untuk saat ini.
Saya harus konsentrasi dengan masalah kesehatan yang saya alami saat ini," tutur Irvan.

Sedang Direktur RSUD Sanana dr Ivan Sangadji saat di konfirmasi melalui telepon selulernya yang bersangkutan belum mau menjawab dan pesan singkat yang dikirim belum juga ada balasan. Hingga berita ini dilansir yang bersangkutan belum memberikan tanggapan soal informasi itu.

IMEL