Sabtu, 11 Juli 2020 | 05:33:54 WIB

Momen Kangen Menaker Ida Halalbihalal Virtual Dengan Pegawai Kemnaker

Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:36 WIB
  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melakukan halal bihalal  Idullfitri 1441 H secara virtual bersama sekitar 1.000 pegawai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tersebar mulai dari Aceh sampai Papua, pada Jumat (29/5/20).

Dalam kesempatan ini, Menaker Ida memberikan apresiasi atas partisipasi, kerja keras, dan kerja cerdas seluruh Keluarga Besar Kemnaker. Meski baru menjalankan tugas selama enam bulan, Menaker Ida mengaku telah merasakan suasana kekeluargaan yang luar biasa.
"Mari kita jaga semangat kerja dan semangat kekeluargaan ini dalam menghadapi kondisi Pandemi Covid-19. Kita jaga kebersamaan ini untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara," ujar Ida.

Ia menggarisbawahi pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, yang menyebut, saat ini sedang dalam kondisi perang melawan Covid-19. Dalam kondisi perang, harus ada satu komando dan tak perlu terlalu banyak diskusi dan berwacana.

"Posisi sekarang ini, kondisi tak normal, membutuhkan kita siap siaga, posisinya harus dalam satu komando agar kita betul-betul menjadi pemenang melawan Covid-19. Kita harus tetap produktif walaupun kerja secara work from home," kata Ida.

Dengan kondisi tersebut tambahnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, maka mau tidak mau, harus bisa hidup berdampingan sementara dengan Covid-19. 

"Hidup berdampingan adalah menyesuaikan diri dengan keberadaan virus Corona. Perubahan secara cepat adalah keniscayaan yang harus dihadapi masyarakat dengan menyiapkan tatanan kehidupan yang baru atau new normal," terang menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia menambahkan, tugas pemerintah yakni memberikan guidance kepada masyarakat, agar memiliki protokol dan penyesuaian kehidupan baru. Dalam tatanan baru ini, Kemnaker memiliki tanggung jawab merespon pada aspek ketenagakerjaan, dan mengelola tanggung jawab secara baik pelayanan ketenagakerjaan di lingkup Kemnaker.

"Seluruh sumber daya Kemnaker harus diarahkan merespon kehidupan baru yang memiliki tantangan berbeda. Jika selama ini terbiasa mengelola Balai Latihan Kerja (BLK) secara offline, maka mesti mendisain BLK secara online dan offline," ujarnya. (ARMAN R)