Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:47:06 WIB

Tetap Membandel, Pemerintah Kecamatan Cakung Akan Bongkar Bangunan Indomaret

Selasa, 16 Juni 2020 | 12:27 WIB
  • Sebuah bangunan milik swalayan Indomaret yang belum mengantongi IMB tapi tetap mengerjakan pembangunan di kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (16/06/2020). (Foto: Ahmad D / Lindo)

JAKARTA, LINDO - Sebuah bangunan milik toko swalayan Indomaret di jalan Cacing, kelurahan Cakung Barat, kecamatan Cakung, kota Jakarta Timur, akan dibongkar secara paksa oleh pemerintah kecamatan Cakung.

Hal itu dilakukan karena pemilik toko swalayan Indomaret masih membandel dan tidak mau mengindahkan teguran petugas.

Perihal perizinan mendirikan bangunan (IMB) toko swalayan itu saat ini masih dalam tahap proses pembuatan, namun pelaksanaan pembangunannya dilokasi masih berlangsung.

"Pembangunan itu tetap kami kerjakan oleh sejumlah pekerja. Sedangkan izin mendirikan bangunan (IMB) dan ketetapan Rencana Kota (KRK) milik toko swalayan Indomaret masih dalam tahapan pengurusan," kata salah satu staf di bagian kepengurusan izin toko swalayan Indomaret yang bernama Aang, Selasa (16/06/2020).

Sementara itu, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) kecamatan Cakung Khairul menyampaikan bahwa perizinan untuk toko swalayan saat ini belum diajukan.

Entah benar atau tidak, ketika media ini mencoba menanyakan perihal pembangunan toko swalayan itu kepada petugas PTSP kecamatan Cakung yang diterima oleh sudara Khairul, ia hanya merasa kaget dan merasa heran kenapa bangunan itu sudah dibangun.

"Kalau anda tanya soal IMB dan KRK milik toko swalayan Indomaret, maka saya jawab sampai saat ini kami belum pernah terbitkan izin itu. Yang jelas saya juga baru tahu dari anda soal bangunan indomaret yang sudah berdiri dibangun," ujarnya.

Dia juga membantah soal pernyataan pihak Indomeret soal izin yang sudah diberikan oleh pihak PTSP.

"Kalau dari pihak indomaret sudah mengajukan permohonan izin IMB atau KRK, tentu ada tanda terima dari PTSP," tegasnya.

Khairul menegaskan proses mendirikan sebuah bangunan terlebih dahulu harus mengajukan IMB, lalu kemudian memasang papan plang perizinan dilokasi pembangunan.

"Kalau menurut prosedur, sehurnya mereka mengurus dulu IMB, lalu dilanjutkan dengan membangun biar kita tahu isi perencanan itu. Tapi kalau tidak bisa memperlihatkan apa-apa, berarti dugaan kami indomaret belum mengurus hal itu," jelas staf PTSP itu.

Sementara itu, Citata Sektor Kecamatan Cakung yang bernaung dibawah pemerintah Kecamatan Cakung, berjanji akan melakukan peninjauan kembali sejumlah bangunan- bangunan yang tidak memiliki IMB.

"Saat ini kami dari Citata Sektor Cakung telah melayangkan surat kepada pemilik bangunan dan toko swalayan yang tidak memiliki IMB di wilayah kecamatan Cakung. Surat itu dilayangkan beberapa bulan yang lalu, dan hal itu tentu kami tidak bisa turun kelapangan untuk mantau atau mengawasi mereka yang sedang bekerja karena adanya aturan pembatasan sosial yang berskala besar (PSBB) diwilyaha DKI Jakarta, sehingga kami tidak bisa melakuan tidakan apapun dilapangan baik secara administrasi ataupun tindakan penyegelan," tegas Imam.

Imam juga menambahkan jika ada bangunan dan tokoh swalayan yang sudah dilakukan tindakan administrasi atau penyegelan, namun mereka tetap membandel dan tetap melanjutkan pekerjaannya maka resikonya akan di bongkar secara paksa.

"Kami sudah berulang-ulang kali memperingatkan pemilik toko swalayan dan bangunan, jika mereka masih tetap membandel dan tidak mau mengurus atau melengkapi ijin (IMB), maka sampai dengan tiga kali kami layangkan surat peringatan tetapi masi tetap membandel maka jalan terakhir adalah kami harus bongkar secara paksa," pungkasnya.

DAILANGI