Selasa, 04 Agustus 2020 | 03:45:45 WIB

Wamenhan : Kekuatan Ketahanan Pangan Tak Kalah Penting Dengan Kekuatan Senjata

Rabu, 24 Juni 2020 | 09:06 WIB
  • (FOTO : HUMASKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kekuatan ketahanan pangan tidak kalah pentingnya dengan kekuatan senjata, terlebih dalam menghadapi situasi saat ini seperti dampak akibat dari pandemi Covid-19. Untuk itu, Indonesia harus memiliki cadangan pangan yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono saat menghadiri dan memimpin Rapat tentang Pembahasan dan Pengelolaan Kawasan Eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Rapat tersebut diadakan di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (23/6/20).

Rapat dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr. Ir. M Basoeki Hadimoeljono, M.Sc dan juga dihadiri pejabat perwakilan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN.

Rapat membahas mengenai aksi bersama kementerian/lembaga dalam pengembangan kawasan food estate di Kalteng dalam upaya mendukung program penguatan ketahanan pangan nasional.

Wamenhan mengatakan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menginginkan adanya peningkatan ketahanan pangan untuk mengantisipasi dampak wabah penyakit, seperti Covid-19 yang bisa saja terjadi kembali di masa depan.

Belajar dari situasi yang terjadi, Covid-19 telah berdampak tidak hanya pada kesehatan tetapi juga berdampak terhadap ketahanan ekonomi nasional. “Belajar dari sejarah perang, kalau kita miliki senjata tanpa kekuatan cadangan pangan, akan kocar – kacir juga," jelas Sakti Wahyu Trenggono.

Menurutnya, untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, maka Kemhan bersinergi bersama dengan instansi terkait, antara lainnya Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Kementerian BUMN, berencana mengembangkan kawasan food estate, diantaranya di Kalteng.

“Kita harus punya cadangan pangan dan punya lahan tetap untuk tanaman pangan yang akan dikembangkan. Jadi lahan tersebut tidak boleh berubah fungsi,” jelas Wamenhan.

Menurut Wamenhan, ada tiga tanaman pangan utama yang perlu dikembangkan untuk ketahanan pangan nasional, yakni tanaman padi, jagung dan singkong. Tiga tanaman itu kalau bisa dijalankan dengan lahan yang memadai akan sangat berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bicara pengembangan ketahanan pangan kata Wamenhan, tidak selalu terkait soal beras, tetapi juga bisa jagung dan singkong. Bahkan, menanam singkong lebih mudah dan infrastrukturnya dan potensi hasilnya lebih besar.

“Bayangkan, turunannya itu luar biasa untuk industri pangan kalau kita jalankan. Misalnya untuk jagung dan singkong, disampingnya bisa dilanjutkan dengan ternak sapi,” paparnya. (ARMAN R)