Senin, 28 September 2020 | 14:31:50 WIB

Kolatmar Terjunkan Tim Penilai Pada Latihan Pendaratan Di Pantai Banongan

Rabu, 1 Juli 2020 | 06:36 WIB
  • (FOTO : DISPENKORMAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) turut serta sebagai penilai dalam Latihan Satuan Lanjutan (LSL) II TW III Tahun Anggaran (TA) 2020 Aspek Laut Pasmar 2, yang dilaksanakan di Pantai Banongan dan daerah Latihan Puslatpurmar 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Senin (29/6/20).
 
Latihan Manuver Lapangan (Manlap) di daerah latihan Puslatpurmar 5 Baluran ini, adalah kelanjutan dari tahap latihan Gladi Posko yang telah dilaksanakan di Yonif 5 Marinir Ujung Surabaya. Dalam tahap ini dilatihkan bagaimanan Proses Perencanaan Amfibi  (Prosrenfib) di atas peta yang akan dilakukan. 

Setelah Pelaksanaan Gladi Posko, dilaksanakan Manuver Latihan di medan yang sebenarnya, personel dan material yang terlibat mulai dari Embarkasi Debarkasi, Gerakan Kapal Ke Pantai (GKK) dan proses Serbuan ke Pantai dilanjutkan Serbuan Setelah Mendarat. 

Dalam skenario latihan yang dibuat, operasi militer yang akan dulaksanakan  melibatkan 1 BTP Batalyon Tim Pendarat Korps Marinir untuk melaksanakan pendaratan guna merebut dan menguasai pantai yang di kuasai musuh.

Kepala Tim Penilai Latihan dari Kolatmar, Letkol Marinir Budi Atmuko menyampaikan, tim penilai adalah bagian dari organisasi penyelenggaraan latihan yang bertugas melaksanakan penilaian terhadap unsur-unsur yang terlibat latihan dengan tujuan untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana penguasaan dan kemampuan
doktrin operasi militer telah dikuasai oleh satuan dibawah, sehingga dapat diaplikasikan sesuai dengan prosedur  yang benar.

Dalam latihan ini juga melibatkan beberapa material yang termasuk dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), antara lain KRI, Pesawat Udara Senjata  dan material Korps Marinir sebagai Pasukan Pendarat diantaranya; Kendaraan Tempur Kavaleri (Tank Amphibi, Kendaraan Pendarat Amphibi, Kendaraan Pengangkut Artileri), Senjata Artileri (Howitzer 105, Roket Multilaras RM Grad, BVP-2) dan Senjata Bantuan Infanteri (GPMG, MO 60 dan 80) serta Senjata Perorangan. (ARMAN R)