Selasa, 04 Agustus 2020 | 06:10:04 WIB

Menaker Ida : Kemnaker Telah Lakukan Extraordinary Dalam Menangani Dampak Pandemi Covid-19

Kamis, 2 Juli 2020 | 13:55 WIB
  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dimasa pandemi Covid-19 ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melakukan extraordinary dalam menangani dampak pandemi Covid-19, seperti mengurangi perjalanan dinas, refocusing program, serta melakukan pengembangan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja atau buruh yang terdampak Covid-19.

Hal demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, ketika meninjau pabrik baju Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat, di kawasan Pusat Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (1/7/20).

Menurut Menaker, pihaknya telah membantu para pekerja yang ter-PHK (Putus Hubungan Kerja) dan dirumahkan melalui kegiatan padat karya infrastruktur, padat karya produktif, Tenaga Kerja Mandiri, Terapan Teknologi Tepat Guna, Kewirausahaan, dan Tenaga Kerja Sukarela.

Selain itu, dimasa pandemi Covid-19, pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), dikhususkan kepada pekerja terdampak, baik pekerja ter-PHK maupun dirumahkan. Selain mendapat pelatihan, pekerja ter-PHK dan dirumahkan yang mengikuti pelatihan, juga mendapatkan insentif. "Anggaran insentif berasal dari biaya perjalanan-perjalanan dinas yang kita batalkan," ungkap Ida.

Hasil dari pelatihan di BLK bagi pekerja terdampak PHK dan dirumahkan tersebut kata Ida, didistribusikan untuk membantu penanganan dampak Covid-19. Produk pelatihan tersebut berupa masker, hand sanitizer, disinfektan, baju Alat Pelindung Diri (APD), wastafel, face shild, peti jenazah, dan penyediaan makanan.

Ketika Menaker meninjau langsung pabrik baju Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat, di kawasan Pusat Industri Kecil (PIK) Pulogadung, ia memberikan apresiasi, karena tak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Menaker Ida menyatakan kekagumannya karena seluruh karyawan pembuat APD Hazmat dan masker tersebut dari kalangan perempuan.

"Saya membuktikan langsung kelompok usaha ini merekrut banyak perempuan, juga tidak melakukan PHK dan merumahkan pekerjanya selama masa pandemi Covid-19. Ini suatu kebanggaan tersendiri," ujar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Pihaknya tambah Ida, seringkali meminta perusahaan/dunia usaha agar menjadikan kebijakan PHK sebagai langkah terakhir setelah melakukan segala upaya dalam mengatasi dampak Covid-19.

Dikatakan Menaker Ida, saat pandemi Covid-19 ini, PT Mahasuri Utama yang selama ini mengekspor produksi garmennya ke kawasan Asia, langsung mengalihkan jenis produksi ke baju APD hazmat dan masker. Hasil produksinya pun kini banyak digunakan oleh para tenaga medis di seluruh Indonesia.

"Pemerintah terus berupaya membantu perusahaan yang terdampak Covid-19 agar bisa tetap bertahan dan tidak melakukan PHK pekerjanya. Banyak program-program bantuan yang bisa dimanfaatkan pengusaha dan pekerja," kata Ida.

Sementara itu, Ela, salah satu pekerja PT Mahasuri Utama mengatakan, perusahaan mengalihkan produksi karena selama masa pandemi Covid-19, perusahaannya tak bisa mengirimkan hasil produksi garmen berupa baju ke luar negeri. Sebelum masa Covid-19, perusahaannya selalu mengekspor ke Asia, Amerika, dan Eropa.

"Masih ada barang yang belum dikirim ke Qatar, Uni Emirat Arab. Karena tidak bisa mengirim barang ke luar, jadi untuk sementara kita mengerjakan baju hazmat untuk memenuhi kebutuhan tim medis Covid-19," ujar Ela yang bekerja di bagian produksi cutting. (ARMAN R)