Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:15:03 WIB

Risman Siap Berikan Pendamping Hukum pada Anak Sebagai Pelaku

Selasa, 28 Juli 2020 | 11:21 WIB
  • Pendamping masyarakat di Kepulauan Sula Risman Rizzet Mbotengu. (Foto: Imel/Lindo)

SULA, LINDO - Maraknya anak yang berhadapan dengan hukum akhir-akhir ini di kabupaten kepulauan Sula membuat Pembimbing Pemasyarakatan pada Balai Pemasyarakatan kelas II Ternate yang ditugaskan di kabupaten kepulauan Sula dibawa naungan kementrian Hukum Dan Ham Risman Rizzet Mbotengu angkat bicara, Selasa (28/07/20)

 

Kepada LiputanIndonesinews Risman Rizzet Mbotengu menyampaikan bahwa disetiap lembaga pemasyarakatan dari kementerian Hukum dan Ham ada yang namanya pembimbing kemasyarakatan yang tupoksi pekerjaan nya yaitu melakukan pengawasan kepada narapidana yang melaksanakan bebas bersyarat serta memberikan pendampingan kepada anak yang berhadapan dengan hukum atau dengan kata lain anak sebagai pelaku kejahatan.

"Kepada anak yang berhadapan dengan hukum, kami pembimbing kemasyarakatan membuat penelitian kemasyarakatan pada tingkat penyelidikan untuk memberikan pertimbangan kepada jaksa penuntut dan majelis hakim untuk memberikan tuntunan dan putusan kepada perkara yang melibatkan anak sebagai pelaku", tutur Risman.

 

Selanjutnya Risman juga menyampaikan bahwa selain memberikan pendampingan kepada anak sebagai pelaku, kami pembimbing pemasyarakatan juga melakukan penyelesaian perkara anak melalui diversi apabila ancaman hukumannya dibawa 7 tahun.

"jadi untuk kabupaten kepulauan Sula pada tahun 2019 ada 8 kasus anak sebagai pelaku dan pada tahun 2020 sampai bulan Juli ini suda tercatat ada 3 kasus anak yang berhadapan dengan hukum",ucap Risman.


Kami sangat berharap ditahun 2020 angka ini berkurang dan masyarakat harus sadar bahwa pengawasan orang tua di rumah terhadap anak perlu untuk ditingkatkan apalagi dengan adanya kecanggihan teknologi, karena rata-rata tindak kejahatan yang melibatkan anak sebagai pelaku diakibatkan karena kurangnya pengawasan orang tua saat anak berada di lingkungan keluarga.

" harus ada sinergitas antara semua pemangku kebijakan baik pemerintah daerah maupun semua lembaga vertikal dan semua lembaga sosial kemasyarakatan untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak serta memberikan pengawasan ekstra kepada anak guna memanilisir meningkatnya kasus anak yang berhadapan dengan hukum", tutup Risman penuh harap.(imel)