Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:25:30 WIB

Dugaan Korupsi Jembatan Air Bugis, Kompol. Naim Ishak : Suda ada 15 Orang Yang Diperiksa

Kamis, 30 Juli 2020 | 11:43 WIB
  • Kompol.Naim Ishak (istimewa)

LINDO Sula-Kasus dugaan korupsi Proyek Jembatan Air Bugis di desa Auponia kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula dengan nilai anggaran sebesar Rp 4,2 Miliar pada tahun 2017 yang di kerjakan oleh PT. Kristi Jaya Abadi yang bercokol di meja Penyidik Tipikor Polda Maluku Utara, saat ini mulai naik status ke penyelidikan.


Sebanyak 8 orang Utusan Polda Malut yang terdiri dari tim penyidik direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut dan ahli konstruksi telah meninjau langsung proyek rehabilitasi jematan air Bugis di desa Auponia, hal ini di tegaskan oleh Kasubdit Tipikor Polda Malut Kompol.Naim Ishak pada LiputanIndonesinews Kamis (30/07/20) saat di hubungi lewat telpon celuler.

"Tim penyidik dan ahli konstruksi tiga hari kemarin sudah turun ke lokasi untuk mengecek langsung pekerjaan proyek ini, nanti setelah itu baru kami akan meminta BPKP untuk mengaudit anggarannya untuk bisa menentukan berapa besaran kerugian negara atas proyek ini", tutur Kompol.Naim.


Selanjutnya dikatakan Kompol.Naim bahwa, tim ahli yang diturunkan ke lokasi adalah tim ahli profesional yang berasal dari kementrian PUPR dan tim ahli dari sala satu perguruan tinggi di Jakarta.

"Sejauh ini sudah ada 15 orang yang kami periksa dan kami akan terus mendalami kasus dugaan korupsi rehabilitasi jembatan air Bugis desa Auphonia ini ", ucap Mantan Wakapolres Halmahera Selatan.

Untuk diketahui kasus dugaan korupsi rehabilitasi jembatan air Bugis desa Auphonia ini menyeret nama salah satu keluarga Bupati kabupaten kepulauan Sula Hendrata Thes yaitu adik ipar nya yang bernama Irwan Hongarta alias Cu Wan sebagai Direktur PT. Kristi Jaya Abadi.(imel)