Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:23:03 WIB

Barisan Masyarakat Indonesia Desak Kejari Halsel Segera Tuntaskan Kasus Korupsi Desa Lata-lata

Rabu, 26 Agustus 2020 | 16:45 WIB
  • BMI bersama warga Lata-lata saat berpose bersama penyidik jaksa di halaman kantor Kejari Halsel, Rabu (26/08/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mendesak pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Halsel agar segera menuntaskan kasus korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) senilai 1,3 miliar yang dilakukan oleh kepala desa Lata-lata Abdul Malik Gama.

Demikian hal itu dikatakan Ketua BMI Kabupaten Halsel Arsil Muhammad saat ditemui media ini usai mendampingi warga Lata-lata di kantor Kejari Halsel, Rabu (26/08/2020) siang.

Lebih lanjut, Arsil menegaskan bahwa pihak Kejari Halsel jangan tinggal diam soal kasus ini, karena ia mengaku kasusnya saat ini dikawal ketat oleh organisasinya.

"Kami sejak kemarin dan hari ini terus mengawal kasus korupsi ADD/DD yang dilaporkan oleh warga Lata-lata. Jadi kami berharap pada Kejari Halsel jangan hanya diam saja dalam penanganan kasus ini. Kami sudah komitmen bersama warga tetap mengawal kasus ini hingga tuntas," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa kerugian negara yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu, bukan sekedar kerugian biasa, makanya ia meminta pada Kejari Halsel agar benar-benar serius dalam penanganannya.

"Tidak ada kata lelah bagi kami mengawal kasus ini. Makanya kami minta Kejari Halsel jangan main-main soal kasus korupsi dana desa," tegasnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Arsil juga meminta pada pemerintah kabupaten Halsel soal penanganan kasus korupsi yang dilakukan oleh Abdul Malik Gama. Sebagai pemerintah Halsel, Asril meminta agar persoalan korupsi desa Lata-lata, sebaiknya pemerintah juga harus ikut ambil bagian karena di dalamnya ada juga pelanggaran administrasi soal jabatannya yang sering disalah gunakan oleh kades Malik Gama.

"Dengan kerugian negara sebesar 1,3 miliar itu, tentunya pemerintah sudah tahu, tapi kenapa mereka memilih diam dan hanya cuek keadaan. Kasus ini sudah menjadi indikasi tindakan berat bagi negara, untuk itu harapan kami bersama warga desa Lata-lata agar secepat pemerintah Halsel menindak saudara Malik Gama yang selama ini sudah menyalahgunakan jabatan termasuk meresahkan warganya. Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut," ujarnya.

Pada rapat di hari Minggu (23/08/2020) kemarin, pihaknya bersama warga Lata-lata sudah putuskan bahwa kades Lata-lata sebaiknya di pecat dari jabatan sebagai kepala desa.

"Kami saat rapat bersama warga Lata-lata pada Minggu kemarin di desa Lata-lata membuat pernyataan sikap dan petisi yang isinya warga sudah tidak percaya lagi pada kepemimpinan Malik Gama. Kami juga mendesak bupati Bahrain segera memecat jabatan kepala desa yang saat ini diemban oleh Abdul Malik Gama," paparnya.

ALDY M