Sabtu, 05 Desember 2020 | 07:11:31 WIB

BMI : Warga Yakin, Kalau Kades Lolos di Inspektorat, Maka Malik Akan Terjabak di Kejari Halsel

Jum'at, 4 September 2020 | 16:50 WIB
  • (Foto: Remon/Lindo)

HALSEL, LINDO - Warga desa Lata-lata optimis kalau dugaan kasus korupsi anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun 2016 hingga tahun 2019, sebesar Rp2,3 miliyar akan terjebak pada pemeriksaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan (Halsel).

"Kalau kades Malik Gama lolos di pemeriksaan Inspektorat Halsel, dan DPMD Halsel, maka dia harus hadapi lagi pengaduan warga di Kejari Halsel. Itu yang kami harap, Malik harus berhadapan dengan hukum soal tindak pidana korupsi yang telah merugikan negara hingga miliar rupiah," kata Ketua Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Arsil Muhammad saat dimintai tanggapan soal hearing dengan anggota dewan pada Kamis (03/09/2020) kemarin.

Lebih lanjut, Arsil mengaskan walaupun kades Malik Gama selalu beralibih di hadapan wakil rakyat dan warganya, saat penyampaiannya soal dana desa, Arsil yakin bahwa dia tidak bisa mempengaruhi penegakan hukum dalam soal tindak pidana korupsi di Kejari Halsel. Tidak ada manusia di negeri ini yang kebal hukum, semua tetap sama, yang salah juga tetap diproses hukum, dan kalau ada pelanggaran korupsi maka yang bersangkutan harus tetap ditahan dan harus disidangkan di pegadilan tipikor.

"Kami yakin dan percaya kalau kades Malik Gama akan terjerat kasus korupsi ADD dan DD senilai Rp2,3 miliar di Kejari Halsel. Tunggu saja waktu mainnya, apakah kejaksaan yang membohongi kami dan warga, ataukah kades yang terjerat kasus hukumnya," tegas Arsil.

Dia menilai persoalan yang dilaporkan warga tentang dana desa, baik di Inspektorat Halsel atau di Kejari Halsel, kesemuanya sama dalam penuntutan warga. Mereka ingin Abdul Malik Gama segera turun dari jabatan kades, atau diturunkan secara paksa. Apalagi yang bersangkutan saat ini sedang tarsandung dengan kasus korupsi dana desa, maka warga sudah berkomitmen tetap mengawal kasus ini hingga ke pengadilan nanti.

"Kalau tidak turun dari jabatan kades maka kami pastikan jabatan kades akan berkhir, pada bulan september tahun ini. Dan kami sudah komitmen dengan institusi kejaksaan bahwa target kami adalah Malik Gama Cs akan kami penjarakan sama-sama di lembaga Ternate," tandas Asril.

Asril mengungkapkan bahwa saat ini, pihaknya bersama-sama warga Lata-lata tetap ikut memgawal kasus korupsi dana desa yang saat ini ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan.

"Muda-mudahan kami selalu sehat-sehat dan bisa terus ikut mengawal dalam setiap perkembangan kasus ini ditangan kejaksaan negeri Halsel. Kalau tidak ada hambatan yah kami sudah siap terus ikut kawal kasus ini," ujarnya.

REMON/AD