Sabtu, 05 Desember 2020 | 06:26:03 WIB

Hasan Maici: Kaki Kanan Malik Gama Sudah Dipastikan Didalam Penjara

Jum'at, 4 September 2020 | 21:47 WIB
  • Hasan Maici besama warga Lata-lata berpose di depan kantor Kejari Halsel, Jumat (04/09/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Kepala Desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat Abdul Malik Gama sudah dipastikan kaki kanannya sudah berada di dalam penjara.

Demikian hal itu ditegaskan Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata Hasan Maici saat ditemui media ini usai ia dan warganya menghadap penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) di halaman kantor Kejari Halsel, pada Jumat (04/09/2020) sore.

Hasan mengatakan keterangan ini ia peroleh langsung dari penyidik Kejari Halsel soal penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran dana desa di desa Lata-lata senilai miliyaran rupiah yang saat ini ditangani oleh pihak Kejari Halsel.

"Tadi saat kami datang berkonsultasi dengan penyidik Kejari Halsel, dihadapan kami penyidik bilang kaki sebelah kanan kades Lata-lata Abdul Malik Gama sudah berada di dalam penjara, dan dia kades Malik tetap akan dipenjarakan," katanya.

Lebih lanjut, Hasan megungkapkan mekanisme penetapan tersangka saudara Malik Gama selebihnya diserahkan pada penyidik Kejari Halsel. Karena saat ini pihaknya sudah mengumpulkan bukti-bukti soal dugaan korupsi kades Lata-lata, termasuk saksi-saksi dari pelapor sudah selesai diperiksa. Hanya menunggu bukti-bukti lain yang mengarah pada penyalahgunaan anggaran dana desa yang selama ini ia salah gunakan dan disembunyikan.

"Kami sudah serahkan bukti-bukti dugaan tindak pidana korupsi soal anggaran ADD dan DD yang disalah gunakan oleh kades Lata-lata Abdul Malik Gama ke penyidik kejaksaan. Mereka sudah pelajari isi laporan kami dan keterangan dari saksi-saksi warga semuanya sudah diperiksa oleh penyidik kejaksaan, muda-mudahan harapan warga untuk mempenjarakan kadesnya cepat terealisasi," ungkapnya.

Masih kata dia, hasil konsultasi dengan penyidik terungkap bahwa Kades Lata-lata Abdul Malik Gama masih menyiapkan berkas laporan pertanggung jawabannya (LPJ) setebal 9 ragkap dari tahun 2017, 2018, sampai dengan tahun 2019 untuk diserahkan kepada penyidik pada Senin (07/09/2020).

"Tadi penyidik bilang, kades Malik Gama saat ini sedang menyiapkan LPJ sebanyak 9 rangkap, yang dimulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Malik akan diserahkan pada penyidik Kejari Halsel pada hari Senin siang. Malik janji akan serahkan data LPJ nya. Entah itu dia masih bohong kepada dipenyidik atau tidak, kita lihat nanti," ungkapnya.

Saat didesak soal aksi jilid II, yang akan dilaksanakan pada akhir bulan ini, Hasan belum mau menjawab secara rinci, namun ia hanya meminta agar di doakan saja dalam perjuangannya itu bersama warga Lata-lata.

"Saya belum bisa memastikan apakah aksi jilid II nanti sasarannya dimana saja, berikan doa saja pada kami dan warga Lata-lata, semoga ada jalan buat kami untuk melakukan aksi demo lanjutan," tandasnya.

Sementara, kasus ini kata Hasan pihaknya tetap berupaya ikut kawal bersama-sama warga hingga ke pengadilan. Dan hal itu juga ia dan teman-taman di Aliansi sudah berkomitmen dengan pihak kejaksaan untuk bersama-sama ikut berantas korupsi di negeri ini.

"Kalau komitmen kami degan pihak kejaksaan sudah bulat, yaitu tetap memenjarakan orang-orang yang korupsi dana desa. Jadi jangan main-main soal anggaran dana desa, bisa-bisa anda akan dipenjarakan bersama-sama kepala desa yang lain di kabupaten ini," tuturnya.

ARMIN/AD6