Sabtu, 28 November 2020 | 06:59:13 WIB

Warga Gelisah, Inspektorat Tidak Turun Audit Dana Desa di Lata-Lata

Sabtu, 19 September 2020 | 13:51 WIB
  • Ketua BMI Arsil Muhammad bersama rekannya saat mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Labuha, Halsel, Jumat (18/09/2020). (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Jajaran Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Kab Halsel) berjanji akan mau turun kedesa Lata-lata untuk mengaudit penggunaan anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di desa Lata dari Tahun 2016 sampai dengan tahun 2019.

Demikian hal itu dijelaskan oleh Ketua Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Arsil Muhammad usai bertemu jajaran Inspektorat Halsel di halaman kantor Inspektorat kabupaten Halsel, Jumat (18/09/2020) sore.

Menurutnya, janji Inspektorat ini bukan hanya depan warga, namun dalam forum resmi dengan anggota Komisi I DPRD kabupaten Halsel juga mereka berjanji akan turun ke desanya paling lambat awal minggu kemarin. Namun karena lain hal, jadwal turun ke Lata-lata juga ikut molor.

"Kalau janji Inspektorat pada minggu kemarin mereka harusnya sudah turun ke desa Lata-lata untuk melakukan audit. Tapi sekarang mereka juga kesulitan mendapat LPJ kepala desa Abdul Malik Gama. Entah itu sandiwara atau benaran, hanya orang-orang Inspektorat lah tau hal itu. Yang jelas kami pasti buktikan bahwa Malik Gama akan turun dari jabatan dan pasti dia tidur didalam penjara selamanya," tandas Arsil.

Dalam kesempatan itu, Arsil juga menyayangkan sikap pemerintah kabupaten Halsel, baik itu Dinas DPMD dan Inspektorat Halsel yang tidak kooperatif pada masyarakat soal informasi, baik itu LPJ maupun dokumen lainnya yang saat ini masih raib alias disembunyikan.

"Kalau saya lihat dinas DPMD dan Inspektorat Halsel saat ini sangat tertutup sekali soal informasi hilangnya dokumen LPJ milik kades Lata-lata Abdul Malik Gama di dua instansi itu. Apakah Malik Gama sudah amankan para oknum dinas terkait untuk melenyapkan dokumen itu, saya rasa mereka tahu soal kasus Malik Gama ini, tidak mungkin mereka tidak tahu. Warga yang tidak dalam bagian itu saja mereka tahu korupsinya Malik Gama, apalagi pegawai dan atasannya. Mereka tahu itu, cuma mereka hanya pura-pura saja," jelas Arsil.

Untuk itu, Arsil meminta para pengambil kebijakan baik itu pemerintah dan aparat penegak hukum dinegeri ini agar segera menindaklanjuti permohonan warga Lata-lata yang selama ini mereka perjuangkan. Warga hanya butuh kejelasan pemerintah soal transparansi kasusnya Malik Gama, dan warga Lata-lata juga butuh keadilan dan kebenaran dalam kasus korupsi dana desa yang dilakukan Abdul Malik Gama Cs.

"Kalau pemerintah Halsel sudah tidak jujur dan adil dalam kasus ini, bagaimana dengan spirasi warganya. Untuk itu saya hanya mengingatkan pada aparat penegak hukum baik itu kepolisian dan kejaksaan di kabupaten ini agar benar-benar menegakan hukum dinegeri ini yang seadil-adilnya, supaya harapan masyarakat soal laporan mereka bisa terwujud," paparnya.

Diakhir keterangannya, Arsil menghimbau agar masyarakat bisa bersabar soal perjuangan ini. Karena apa yang mereka lalui ini sangat berat tantangannya, baik itu berhadapan dengan pemerintah maupun berhadapan dengan aparat penegak hukum.

"Saya hanya minta warga tetap sabar dan tetap solid. Kepercayaan anda pada kami, tidak akan surut dan kami di Halsel masih berusaha sekuat tenaga dan pikiran agar kasus ini segera diselesaikan oleh aparat penegak hukum di ranah pengadilan," urainya.

ALDY M