Sabtu, 08 Mei 2021 | 07:35:55 WIB

"Tragis" Uang Pembangunan Mushola Desa Capalulu 200 Juta Hilang Jejak, Pembangunan Terbengkalai.

Sabtu, 3 Oktober 2020 | 07:37 WIB
  • Mushola Desa Capalulu yang belum selesai di kerjakan (Istimewa)

LINDO Sula-Proyek pembangunan rumah ibadah mushola desa Capalulu Kecamatan Mangoli Tengah Kabupaten Kepulauan Sula( Kepsul) yang biaya pembangunan nya menggunakan, Anggara Pendapatan Belanja Daerah (APBD ) Kepsul tahun anggaran 2018 terlihat seperti bangkai yang tidak terurus. 


Proyek senilai 470 juta yang di kerjakan oleh Ketua Tim pemenang Hendrata Thes dan Zulfahri Abdullah Duwila (HT-Zadi) Desa Capalulu ini, tidak berkelanjutan sampai pada finising namun anggarannya suda di cairkan 100%. 


Bahar Umasangadji kepada awak media, Jumat (02/10/20) menjelaskan bahwa Anggran proyek tersebut senilai 470 juta, sementra yang ada di RAB itu pintu jendela, timbunan tarap kuliling tidak ada, namun dirinya ingin semua pintunya dan jendela harus terpasang serta timbunan terselesaikan semua tapi tiba-tiba dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) kepsul memberhentikan pekerjaan tersebut. 

"Saya berniat untuk memasang pintu, jendela dan semua timbunan Tapi mereka dari PU turun kase stop dengan alasan tahap pekerjaan suda melebihi RAB karena pekerjaan mushola ini ada dua tahap, namun saya punya kesediaan matrial untuk proyek ini suda ada, seng, kayu dan tehel suda lengkap semua, niat saya untuk menyelesaikan cuman mereka dari PU yang bilang stop pekerjaan", unkap nya.


Dikatakan Bahar, dari pekerjaan mushola tersebut suda memakan anggaran 200 juta lebih sisahnya mereka ambil semua. sehingga dirinya menemui Bupati Kepulauan Sula Hendrat Thes untuk menanyakan sisah anggran dari proyek itu.

"saya temuai pak Bupati untuk menanyakan uang yang sisah itu diman dan pak bupati menjawab tanya di pemilik perushan Yang tender proyek itu, sementara yang pemilik perusahan Ayun dia bilang DPRD yang ambil saya menemui anggota DPRD Julfi Uamasangadji dan sampai di sana Julfi pun sampaikan bahwa dia tidak ambil, trus saya juga menemui Sinaryo Thes (ketua DPRD Kepsul)dan dia bilang itu mungkin Ayun yang ambil, terang bahar. 


Kepada awak media Bahar juga menyampaikan bahwa, anggaran sisah yang mereka ambil itu sebanyak 200 juta lebih entah lebihnya berapa, karena pihaknya baru melaksankan dua kali percairan dari total anggaran 470 Juta. 

"Setahu saya selama berjalannya pekerjaan itu saya hanya melakukan pencairannya dua kali, pencairan pertama kalau tidak salah 107 kemudian pencairan kedua berkisar 117 juta itu pun kalau tidak salah, sebenarnya sisah uang masi 200 juta lebih setelah pekerjaan selesai, dengan jangka waktu setengah tahun baru saya melakukan pencairan yang ke tiga kali sebanya 40 juta, itu yang saya ambil dan nama CV yang tender Proyek ini saya sudah lupa",tutur Bahar dengan nada kesal. 


Sementara itu pemilik perusahan tersebut, Ayun saat di hubungi media ini lewat telpon seluler, ia pun tidak mengakui bahwa perusahannya yang menender proyek Musolah itu. 

"Iya benar ini dengan saya Ayun, tapi bukan CV saya itu pak, bukan perusahan saya, karena nama prusahan saya CV Rumah Kita", jelas Ayun. 


Sampai berita ini di turunkan Plt Kepala Dinas PUPR Kepsul Nursaleh Bainuru, saat di hubungi media ini belum memberikan tanggapan.(IT)