Kamis, 21 Januari 2021 | 21:35:12 WIB

Berkampanye Di Wai Ina, FAM-SAH Komitmen Perbaiki Harga Komoditi Kopra Yang Anjlok.

Senin, 5 Oktober 2020 | 05:28 WIB
  • Suasana kampanye FAM-SAH di desai Wai Ina kecamatan Sulabesi Barat (Istimewa)

LINDO Sula-Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus dan Saleh Marasabessy (FAM-SAH) saat melaksanakan kampanye di desa Wai Ina Kecamatan Sulabesi Barat,  mendengarkan keluhan-keluhan warga masyarakat setempat terkait anjloknya harga komoditi kopra dan cengkeh, minggu (04/10/20)

 

Setelah mendengar keluhan tersebut, dengan tegas paslon FAM-SAH memaparkan akan memperjuangkan harga komoditi yang anjlok yang tak kunjung diperhatikan oleh Hendrata Thes dan Zulfari Duwila sebagai Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya, di Kepulauan Sula.

 

“Selama ini harga komoditi di Kepsul lagi anjlok baik itu kopra, cengkih dan meningkatnya 9 bahan pokok. Untuk itu, ini kedepan jika FAM-SAH terpilih maka kami siap memperjuangkan harga cengkih, kopra dan 9 bahan pokok yang meningkat tanpa kejelasan yang di atur dalam regulasi pemerintah agar seimbang”, tutur Cawabup M. Saleh Marasabessy ketika menyampaikan orasi politik nya di depan warga.

Menurut Cawabup, Selama ini akibat dari anjloknya harga Komoditi masyarakat sangat susah, untuk itu FAM-SAH di 5 tahun mendatang kita akan berusaha menalangi kondisi ini lewat sebuh kebijakan daerah sehingga harga kopra dan cengkih di atas standar agar jangan masyarakat jadi korban akibat permainan bisnis.
"kita tidak bisa membiarkan  masyarakat kehilangan arah, Jadi kedepan kalau kami terpilih maka kami akan buat home industri untuk membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat", ucapnya.

 

Dalam kampanye tersebut hadir juga politisi ulung dari partai PDIP, Ridwan Soamole, yang dalam orasi politik nya menyambaikan bahwa harga cengkih, kopra dan coklat anjlok tetapi pemimpin di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) tidak bisa mengambil kebijakan untuk memperjuangakan harga komuditi tersebut di atas standar.
“di Kepulaun Sula masyarakat mayoritasnya adalah petani dan nelayan, untuk itu sebagai pemimpin wajib hukum nya untuk Fam-Sah memperjuangkan hal tersebut, Bukan membirkan warga maryarakat galau tanpa kepastian yang membuat warga pesimis menata kehidupan” tegas Ridwan Soamole. (IT)