Senin, 02 Agustus 2021 | 09:54:47 WIB

Aksi lanjutan Tuntutan Mahasiswa Terkait Omnibus Law, Emosi Tak Percaya Terhadap DPRD Halut, Mahasiswa Bakar Ban Bekas Dan Blokir Jalan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:32 WIB
  • Foto dok, Masa Aksi Sementara Lakukan Orasi di Perempatan Jalan Kemakmuran

LINDO HALUT - Aksi lanjutan terkait Undang undang Omnibus Law  oleh Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Halmahera Utara penggabungan dari Mahasiswa BPC GMKI, GAMHAS, DPC GMNI, LMND, BEM,API KARTINI, BEM TEOLOGIA, EK. LMND, EK. ELMND-DN, PC PMII, PRESIDEN BEM UNIRA, yang berlangsung di depan kantor DPRD Halut dan perempatan jalan Kemakmuran Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (14/10/2020). 

 

Tergabung dalam Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Halmahera Utara dengan alasan harus turun ke jalan melakukan aksi diantaranya :

1. Konsep Omnibus Law secara terang belum diatur atau belum memiliki kedudukan yang jelas. 

2. Pembahasan Omnibus Law Melecehkan Demokrasi serta tak melibatkan partisipan publik. 

3. Omnibus Law diputuskan secara diam diam dan keputusan panja yang berbeda. 

4. Sangat banyak pont pasal pasal dalam omnibus law yang dilihat bermasalah dan sangat merugikan sebagian besar masyarakat indonesia. 

 

Sehingga dari 4 poin tersebut maka yang tergabung dari Mahasiswa Peduli Rakyat Halmahera Utara menyatakan sikap diantaranya :

1.Menolak Pengesahan UU Omnibus Law. 2. Meminta kepada Lembaga DPRD Kabupaten Halmahera Utara agar segera mengeluarkan sijap menolak dengan tegas terhadap pengesahan UU Omnibus Law secara tertulis dan di sampaikan kepada khalayak. 

 

Masa aksi lakukan orasi didepan kantor DPRD Kabupaten Halmahera Utara namun masa aksi tidak dilayani oleh wakil wakil rakyat dengan alasan bahwa semua anggota DPRD Halut keluar daerah.

 

Sehingga dengan emosi tidak percaya terhadap DPRD Halut yang dinilai oleh mahasiswa bahwa DPRD Halut hanya diam menutup mata dan tidak mau tindaklanjuti tuntutan Mahasiswa atas Pengesahan UU Omnibus Law akhirnya masa aksi lanjutkan orasinya di perempatan jalan kemakmuran serta memblokade arus lalulintas baik kendaraan roda dua maupun roda empat, serta membakar ban mobil bekas ditengah tengah jalan sebagai tanda kekecewaan terhadap sikap DPRD Halut. 

 

Kemudian Aksi yang dilakukan oleh Masa aksi Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR)  Halmahera Utara yang menjadi Koordinator Lapangan (Korlap)  yakni Reinel Kristo Hontong Ketua BPC GMKI Tobelo, Batys Gigiringi Ketua Sektor GAMHAS Tobelo, Recky Forno Ketua DPC GMNI Halut,  Yornal Moreng Ketua EK. LMND Tobelo, Esterlina Gia Ketua BEM TEOLOGIA UNIRA, Nita Ketua API KARTINI Tobelo, Daniel Dedene Presiden BEM UNIRA, Robin Hulahi Ketua EK. ELMND-DN Tobelo, Rusda Lakohe Ketua PC PMII Tobelo.

 

Selanjutnya masa aksi lakukan orasinya tepat di perempatan jalan kemakmuran sejak pukul 13.35 wit sampai dengan pukul 18.00 wit masa aksi dengan sendirinya membubarkan diri dengan aman dan sebelum bubarkan diri masa aksi membakar lilin serta berdoa ditengah tengah jalan sebagai tanda berakhirnya orasi dihari ini.

 

Selain itu, sampah sampah dari masa aksi yang berteburan dijalan maupun dipinggir jalan telah dibersihkan oleh anggota Polres Halut bersama anggota Brimob dan juga mengawal masa aksi sampai selesai aksi tersebut.

( jef )