Selasa, 21 September 2021 | 22:00:56 WIB

Buronan ANA Terlibat Beberapa Kasus Akhirnya Dibekuk Polisi

Kamis, 10 Desember 2020 | 06:50 WIB
  • ANA. (FOTO : SUARAKARYA.ID/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Setelah dikejar-kejar aparat Polres Jakarta Utara (Jakut) selama dua tahun terakhir bahkan dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), tersangka kasus penipuan Abdulah Nizar Assegaf alias ANA, akhirnya ditangkap kemudian ditahan penyidik Tipideksus Unit 3 TPPU Bareskrim Polri. Namun penangkapan tersebut bukan terkait langsung kasus penipuan dengan saksi korban Deepak Rupo Chugani yang ditangani Polres Jakut. 

Penangkapan tersangka atau buronan ANA terkait kasus dugaan pemalsuan, penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan saksi korban Pradip. Berdasarkan pengaduan Pradip ke Kepolisian, tersangka ANA terlibat dalam kasus pembebasan tanah seluas 120 hektare (ha) di Babelan, Kabupaten Bekasi. 

ANA yang pernah menjalani hukum terkait kasus penipuan pula di Rutan Madaeng, menjanjikan tanah seluas 120 ha kepada saksi korban. Namun tanah sepengki pun tidak diserahkan buronan dalam kasus penipuan lainnya itu kepada Pradip. Padahal, uang saksi korban telah diraup tersangka ANA tidak kurang dari Rp 106 miliar, sebagaimana dilansir Lindo dari Suarakarya.id. 

Pencidukan “tukang” tipu sana-sini ini berdasarkan informasi yang diperoleh terjadi 3 Desember 2020 di salah satu ruangan di gedung Graha Irama, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). 

“Tersangka dibekuk aparat Tipideksus Bareskrim Polri. Saya belum dapat informasi apakah itu hasil kerja sama aparat Polres Jakut atau sepenuhnya dikerjakan tim Tipideksus, belum bisa dipastikan,” ungkap Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH CBL, penasihat hukum Deepak Rupo Chugani, di Jakarta, Rabu (9/12/20). 

Hartono Tanuwidjaja yang belum lama ini mengadakan sayembara berhadian untuk penangkapan tersangka ANA, mengaku belum tahu apakah buronan yang sudah bertekuk lutut itu akan segera ditahapduakan (berkas berikut tersangkanya) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakut yang selama ini menunggunya guna selanjutnya disidangkan di pengadilan negeri setempat (PN Jakarta Utara). “Masih harus diikuti bagaimana perkembangan selanjutnya,” tuturnya. 

Humas Polres Jakut HM Sungkono yang berusaha dimintai tanggapan apakah betul buruannya telah ditangkap aparat Tipideksus Bareskrim Polri, Rabu (9/12/20), juga tidak berhasil atau tak dapat memberi keterangan. 

Tersangka Abdullah Nizar Assegaf dalam kasus dugaan penipuan dengan saksi korban Deepak Rupo Chugani, ditaksir meraup uang pengusaha itu sebesar Rp 4 miliar. ANA menjanjikan kepengurusan surat-surat tanah. Setelah uangnya diterima, surat-surat tidak diurus bahkan tanah itu sendiri tercatat atas nama orang lain.  

Kejaksaan Negeri Jakut sebelumnya telah menyatakan berkas perkara ANA telah lengkap dan siap disidangkan (P21) sebagaimana tampak pada berkas perkara nomor B-959/M 1.11/Epp.1/07/2019 tanggal 31 Juli 2019 yang ditandatangani Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakut, Satria Irawan SH MH. 

Mengenai penangkapan tersebut, Satria Irawan mengatakan, dengan bitu penanganan kasusnya akan dapat segera dilaksanakan.  Pihaknya akan menerima tersangka ANA beserta barang bukti apabila penyidik Polres Jakut menyerahkannya. “Kami akan terima tersangka dan barang bukti dari penyidik Polri untuk segera dilimpahkan kemudian disidangkan di PN Jakarta Utara,” ujarnya. (ARMAN R/SUARAKARYA.ID)