Sabtu, 27 Februari 2021 | 00:57:13 WIB

Dugaan Korupsi DD, Jabatan Kades Lata-lata Akhirnya Dinonjobkan Oleh Bupati Bahrain Kasuba

Kamis, 24 Desember 2020 | 14:56 WIB
  • Kepala Desa Lata-lata Abdul Malik Gama bersama istrinya bernama Risty Natasya saat berpose dengan seragam kades. (FOTO: IST/LINDO)

HALSEL, LINDO - Tersandungnya kasus korupsi dana desa (DD) senilai ratusan juta, yang mengakibatkan jabatan kepala desa (Kades) Abdul Malik Gama akhirnya gugur juga. Warga desa Lata-lata saat saat mendengar berita tersebut bersorak-sorai bergembira karena Bupati Bahrain Kasuba akhirnya memenuhi keinginan mereka untuk memecat Abdul Malik Gama dari Jabatan kades Lata-lata.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata (Amdal) Hasan Maici, usai menemui pihak Kejaksaan Tinggi Malut di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (18/12/2020).

Hasan memegaskn bahwa pemecatan jabatan kades lata-lata adalah sebuah proses panjang yang sudah dialami oleh masyrakat Lata-lata, jadi menurut dia, Abdul Malik Gama layak harus diturunkan karena sebagian besar warga disana sudah tidak percaya lagi pada sosok kepemimpinan seperti Malik Gama.

"Dari dulu sudah saya bilang pada kades Malik Gama bahwa jabatan itu tidak akan lama kamu menjabat sebagai kades. Saya sudah suruh dia untuk mundur dari jabatan dengan cara-cara terhormat. Karena Malik Gama juga harus konsen dengan persoalannya tentang tuduhan korupsi ADD/DD pada tahun 2017, tahun 2018, dan tahun 2019," kata Hasan di Ternate.

Dalam kesempatan itu, Hasan berharap agar polemik jabatan kades yang dipersoalkan segera disudahi, karena kebijakan pergantian jabatan kades sudah diatur oleh bupati Bahrain Kasuba.

"Kalau jabatan kades masih dipersoalkan oleh Abdul Malik Gama maka dia harus berurusan langsung dengan bupati Halsel, bukan dengan warga Lata-lata, lalu mengklaim bahwa surat keputusan bupati pergantian dirinya dituduh ilegal. Semua itu sudah memenuhi mekanisme dan prosedur yang diterapkan oleh undang-undang serta peraturan pemerintah. Jadi tidak benar kalau Malik Gama mengklaim bahwa SK itu bodong," tandasnya.

Diakhir ketangannya, Hasan meminta pada semua pihak bahwa apa yang dilakukan bupati Bahrain adalah hal yang wajar, karena bupati juga memiliki hak preogratif untuk menaikan dan menurunkan jabatan seseorang.

"Kalau bupati sudah instruksi pecat dan ganti yang baru, maka sebagai bawahan harus tunduk dan harus mengikutinya. Walaupun jabatan kades dipilih secara langsung, tapi kalau salah mengemban amanat itu, maka resikonya akan diganti oleh bupati," tuturnya.

Sedangkan jabatan kades yang baru saat ini dijabat oleh Etus Maici. Pergantian pimpinan dijajaran pemerintahan desa usai bupati Halsel Bahrain Kasuba berkunjung ke desa Lata-lata beberapa waku lalu. Disana bupati Bahrain mendengar langsung keluhan warga yang pada intinya meminta pada bupati agar segera menonaktifkan jabatan kades yang dipimpin oleh Abdul Malik Gama.

Mendengar hal itu, bupati langsung menjawab, dia akan meminta Abdul Malik Gama untuk saat ini beristrahat sejenak untuk menemani dirinya yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun.

ALDY M