Sabtu, 08 Mei 2021 | 08:36:17 WIB

Masyarakat Keluhkan Limbah PT IWIP Yang  Sudah Mencemarkan Lingkungan Mereka

Rabu, 17 Februari 2021 | 23:49 WIB
  • Barang bukti ikan laut mati yang terkapar di atas perairan desa Lelilef, Halteng. (Foto: Ichal/Lindo)

HALSEL, LINDO - Masyarakat Lelilef dikagetkan dengan terkaparnya ribuan ikan laut di perairan  di desa Lelilef, kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang begitu banyak terdampar perairan itu, sekitar pukul 18.00 Wit pada Rabu (16/02/2021) malam.

Seperti dilaporkan wartawan media ini, bahwa banyak ikan-ikan laut yang jumlahnya tidak terhitung lagi mati dan terdampar sia-sia hingga masuk ke hulu air, tepatnya di jembatan setelah bandara pesawat milik PT IWIP.

Irfan, salah satu warga masyarakat lingkar tambang mengatakan, bahwa kondisi ini sangat disayangkan karena PT IWIP dianggap mencemarkan lingkungan dengan membuang limbah olahan pabrik yang sengaja dibuang ke laut yang mengakibatkan ribuan ikan mati dan terdampar ditepi pantai.

"Persoalan ini akan kami sampaikan ke Pemda Halteng agar segera memberikan sangsi tegas terhadap oknum-oknum yang sengaja membunuh ikan-ikan tersebut. Hal ini harus diusut tuntas, karena menyangkut dengan pencemaran lingkungan dan harus dipertanggung jawabkan karena sudah diingatkan soal limbah beberapa waktu yang lalu," tegas Irfan.

Dalam kesempatan itu, Irfan mengharapkan agar pihak kepolisian juga harus terlibat dalam penyelesaian masalah ini. Karena hal ini sudah menyangkut sumber daya alam kabupaten Halmahera Tengah yang harus dijaga salah satunya adalah ikan.

"Kami minta agar polisi di Halsel segera menindak para pelaku yang sudah membuang limbah itu," harapnya.

Hingga berita ini dirilis, pihak PT IWIP tidak bisa dihubungi oleh awak media, karena tidak mendapatkan akses masuk untuk mengkonfirmasi peristiwa itu.

ICHAL