Jumat, 16 April 2021 | 23:31:22 WIB

Menaker Ida : Lulusan BLK Diminati Dunia Industri Dan Dunia Usaha

Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:23 WIB
  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang I Tahun 2021, sekaligus meresmikan gedung serba guna Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, di Kota Serang, Provinsi Banten, Kamis (25/2/21). 

Pembukaan PBK gelombang I ditandai dengan penekanan tombol secara serentak oleh Menaker Ida Fauziyah, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Budi Hartawan dan Kadisnaker Banten, Al Hamidi.

Menaker Ida dalam sambutannya mengatakan, untuk memperkuat pelatihan vokasi sebagai program unggulan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kemnaker menjadikan program transformasi BLK sebagai salah satu lompatan besar yang dilaksanakan pada saat ini. 

Arah kebijakannya adalah mengubah secara total Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai Balai Pelatihan Vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional. 

Menurut Menaker, salah satu agendanya adalah redesain pelatihan untuk merespon tantangan Ketenagakerjaan lokal, nasional, dan Internasional. 

"Ke depannya akan terus dilakukan penguatan SDM instruktur, peningkatan kualitas dan kurikulum pelatihan, pengembangan kurikulum dan SKKNI berbasis kebutuhan industri serta peningkatan pengakuan atas kompetensi lulusan," ujar Ida di depan 100 peserta yang mewakili 368 peserta PBK.

Kepada media usai membuka PBK gelombang I Tahun 2021, Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya mendorong seluruh proses pelatihan di BLK memenuhi kebutuhan pasar kerja. Karenanya Kemnaker selalu bersinergi dengan dunia usaha dan dunia industri. 

"Dua kepentinganya yakni kesempatan magang dan penempatan sehingga pelatihan di sini tak melahirkan pengangguran baru karena mereka bisa dipastikan penempatannya di industri atau perusahaan," katanya seraya mengatakan keberadaan BLK juga untuk menyupport pemenuhan SDM di industri dan perusahaan wilayah Provinsi Banten.

Ida mengungkapkan, gelombang I PBK Tahun 2021 diikuti 368 peserta dengan jurusan unggulan las dan listrik. Animo masyarakat dan perusahaan sangat tinggi untuk jenis pelatihan kedua jurusan ini. "Bahkan perusahaan indent untuk mendapatkan alumni BBPLK Serang," ujar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ida mengimbau warga masyarakat Serang, khususnya kaum muda yang masih mencari pekerjaan dan ingin meningkatkan  kompetensinya, untuk jangan ragu untuk mengikuti pelatihan di BBPLK Serang. Pasalnya pelatihan di Serang didukung oleh fasilitas kelas elit terbaru dengan bimbingan instruktur yang kompeten di bidangnya.

"Silakan bekerja keras dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada untuk menjadi sumberdaya kompeten yang berkontribusi pada pembangunan Banten dan bangsa Indonesia pada umumnya," ujar Ida. 

Sementara Dirjen Binalattas Kemnaker Budi Hartawan, dalam laporannya mengatakan saat ini BBPLK Serang satu-satunya BLK yang menyelenggarakan pelatihan teknisi ahli 2 tahun untuk kejuruan Mesin, Las, Listrik dan Mekatronik sebanyak 9 kelas yang saat ini duduk di semester 2 dan 4. 

"Pelaksanaan pilot project pelatihan teknisi 1 tahun untuk 4 kejuruan yang akan mulai dilaksanakan di tahun 2021," terang Budi Hartawan.

Tahun 2021 ini tambahnya, BBPLK Serang telah menjalin kerja sama dengan beberapa dunia industri, antara lain PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. Kerja sama ini untuk menyiapkan tenaga kerja bagi perluasan pabrik PT. Chandra Asri grup di Kota Cilegon yang membutuhkan sekitar 25.000 tenaga kerja di semua bidang kerja sama dengan perusahaan yang menangani proyek PLTU Jawa IX dan X Suralaya, Cilegon, Banten. (ARMAN R)