Minggu, 16 Mei 2021 | 07:36:17 WIB

Soal Menang Tender, HCW Desak Kejari Halsel Segera Panggil Ketua dan Anggota UPL Halsel

Rabu, 10 Maret 2021 | 18:05 WIB
  • Direktur Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara (Malut) Rajak Idrus. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Direktur Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara (Malut) Rajak Idrus mengatakan proyek rehabilitasi jalan lingkungan dan areal parkir (fasilitas darat) pelabuhan penyebrangan Saketa, Kecematan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Dalam paket tersebut ada lima perusahaan yang ikut bertarung atas rebutan paket tersebut. Namun dari pihak Unit Pelaksana Lelang
(UPL) Kabupaten Halsel, telah memenangkan sebuah perusahaan bernama PT. Lasisco Haltim Jaya sebagai pemenang tender. Dengan penawaran 0,2 persen dengan nilai pagu 7.107.800.440.00, miliar.

"PT. Lasisco Haltim Jaya dalam melakukan  penawaran paling terendah dengan pagu 7.107.800.440, miliar atau 0,224 persen,  dengan selisih 15.931.173 juta yang terpotong dengan nilai pagu menjadi 7.091.869.266.620 miliar, maka di lihat dari sisi aturan memang sangat bertentangan dengan
Perpres nomor 16 Tahun 2018 dan Permen PUPR nomor 14 Tahun 2020, tentang pengadaan barang dan jasa milik pemerintah," katanya.

Lebih lanjut, Rajak mengungkapkan bahwa dalam kajian HCW, proses tender yang dilakukan oleh UPL Halmahera Selatan adalah sangat tidak rasional. Karena hal itu sudah menjadi unsur pemaksaan dalam memenangkan sebuah perusahaan lain, tanpa bersandar pada aturan yang ada.

"Perbuatan yang dilakukan oleh pihak UPL Halsel adalah tindak melawan hukum dengan menggunakan kewengan selaku UPL, untuk menghalalkan berbagai macam cara," ungkapnya.

Selain itu, HCW juga menduga bahwa sebelum paket tersebut di lelang terlebih dahulu para pihak sudah ada permainan antara PT. Lasisco Haltim Jaya dan UPL Kab Halsel.

"Secara lembaga saya minta agar UPL Halmahera Selatan agar membatalkan proses penetapan pemenang yang di menangkan oleh PT. Lasisco Haltim Jaya. Kalau tidak di lakukan oleh Pihak UPL maka HCW akan menempuh persoalan ini ke jalar hukum. Sekaligus HCW akan menggandeng Kejari Halmahera Selatan untuk malakukan  penyidikan, penyelidikan atas proses lelang yang di menangkan oleh PT. Lasisco Haltim Jaya yang proyeknya melekat di dinas perhubungan kabupaten Halsel, pada tahun anggaran 2021, dengan menggunakan anggaran APBD," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, HCW mendesak pada UPL Halsel agar segera membatalkan lelang tersebut dan UPL segera malukan tender ulang.

"Kalau dalam pandangan kami, UPL Hasel telah sengaja memenangkan dan menetapkan PT. Lasisco sebagai pemenang tender dan itu pasti ada deal-deal khusus untuk melakukan konspirasi antara pemenang perusahan dan pihak UPL Halsel," tuturnya.

ALDY M