Minggu, 16 Mei 2021 | 06:49:52 WIB

Kontraktor CV Algapi Tidak Melunasi Hutang, Akan Dilaporkan Ke Pihak Hukum

Kamis, 11 Maret 2021 | 21:02 WIB

 

LINDO HALSEL - Persoalan proyek pekerjaan pembangunan jalan penghubung antara Desa Ngokomalako dan Desa Akesipang, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi ketergantungan ratusan juta rupiah untuk upah pekerja dan material dari pemilik CV. Algapi, akan di laporkan ke pihak hukum.

Pasalnya, pemilik CV. Algapi Rusly laidi di sapaan Abang, hanya memberikan janji pada pihak pekerja dan masyarakat yang menjadi ketergantungan upahnya.

Jef, salah satu sopir proyek saat di konfirmasi awak media melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa Rusly (kontraktor) sudah terlalu banyak memberikan janji yang tidak ada kepastian Sama sekali dan bahkan nomor kontak nya pun sudah tidak aktif lagi, Kamis (11/03)

"Rusly (Kontraktor) sudah terlalu banyak memberikan janji yang tidak ada kepastian sama sekali, dan sampai sejauh ini nomor kontakpun juga sudah tidak aktif lagi," ucapnya

Menurutnya, mulai dari kamrin di janjikan mulai pada tanggal 10 bulan lalu, habis itu di tanggal 5 bulan kemarin, dan ini di janjikan lagi di tanggal 10 kemarin hingga sampai saat ini belum juga ada pasti," ungkapnya

"Kalau dari kontrak dengan kami untuk oto dam, itu semuanya di perkirakan 40 Juta lebih, itupun belum dengan kontrak pribadi dengan saya, dan sementara proyek yang di jalan kan itu juga melebihi batas waktu kerja 10 hari, jadi ini kami targetkan dalam waktu dekat kami bersama masyarakat Akesipang dan masyarakat Ngokomalako akan laporkan Rusly sebagai kontraktor proyek itu di Polda Maluku Utara," ujarnya.

"Ini tinggal menunggu dari pihak inspektorat pada hari Sabtu 13 Maret 2021 ini untuk lakukan pengecekan jalan, dan keluarkan berita acara, maka kemungkinan di hari Senin 15 Maret 2021 sudah lakukan pengajuan, dan kalau dana Dipa ada maka akan di bulan ini juga akan di cairkan sudah," terang pengawas jalan Proyek penghubung Ngomalako-Akesipang Nando.

Kata Nando, sebenarnya untuk berikan informasi itu harus Rusly sebagai Kontraktor Proyek, tapi katanya, Rusly  juga hilang-hilang kontak, jadi jikalau di bilang saya tidak ada urusan ya saya tidak ada urusan sih, karena itu tanggungjawabnya Kontraktor.

"Jadi kalau material yang belum terbayar berkisar 200 Juta, Alat Berat juga berkisar 200 Juta Lebih dan hutang di warung milik pa Dika 18.926.000 belum terbayar. dan untuk pagu proyek berkisar 1.7 milyar lebih, serta volume jalanya 1.800 Kilo lebih," tutupnya.

Di ketahui, hingga berita ini di publikasi, pihak Kontraktor hilang kontak (No Tidak Aktif)

(Empi)