Minggu, 16 Mei 2021 | 06:01:03 WIB

Kasus Korupsi ADD dan DD Desa Lata-lata Senilai Miliaran Rupiah Mengendap di Meja Inspektorat dan Kejari Halsel

Kamis, 18 Maret 2021 | 14:08 WIB
  • Warga Lata-lata dan sejumlah mahasiswa saat hering ke Kerjaksaan Negeri Halsel, baru-baru ini di Labuha, Halsel. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Dugaan kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada tahun 2016, tahun 2017, tahun 2018, tahun 2019 dan tahun 2020, yang nilainya mencapai miliaran rupiah hingga kini belum juga terungkap. Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa ada dua instansi seperti Inspektorat Halmahera Selatan dan Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan belum juga  melakukan penahanan dan pemeriksaan pada yang terduga mantan kades Lata-lata Abdul Malik Gama. Sedangkan hasil audit Inspektorat Halsel yang diaudit pada tahun kemarin belum juga terealisasi. Entah mengapa dan kenapa sehingga kasus ini dibiarkan dan mengendap di masing-masing instansi.

"Pokoknya tambah ruwet kasus ini. Seakan-akan bahwa kasus korupsi yang dilakukan oleh kepala desa dan mantan kepala desa di Halsel dibiarkan begitu saja. Aparat penegak hukum di kabupaten itu ibarat pisau, tajam kebawa tumpul keatas. Mereka selalu menggunakan istilah bahwa hukum dinegeri ini bisa diperjual belikan. Sehingga kalau ada kasus korupsi yang nilainya mencapai miliaran rupiah maka hal itu bisa dimainkan dengan rapih, termasuk korupsi ADD dan DD yang dilakukan oleh kepala desa di Halsel," kata Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata Hasan Maici di Labuha, Bacan, Halsel, Rabu (17/03/2021).

Dia mengatakan bahwa salah satu contoh kasus korupsi ADD dan DD di desa Lata-lata hingga kini belum juga terungkap, entah itu disengajakan atau pura-pura lupa, sehingga kasus ini mengendap di meja penyidik Kejaksaan Negeri Halsel.

"Kasus dugaan korupsi ADD dan DD yang dilakukan oleh saudara Abdul Malik Gama yang disalahgunakan pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 belum juga ada penetapan tersangka oleh penyidik Kejari Halsel. Kasus korupsi ADD dan DD yang telah dilaporkan pada bulan Juni 2020 di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara hingga kini belum juga disentuh. Alasan Kejari Halsel karena berkas kasusnya sudah hilang," tegas Hasan.

Dalam keterangannya,
Hasan mengaku bahwa ia merasa kecewa dengan sikap oknum kejaksaan Halsel dan oknum Inspektorat Halsel. Dalam pengakuannya, kasus yang ia laporkan pada kedua lembaga itu yang hingga kini belum juga diproses baik itu secara administrasi maupun secara hukum. Bahkan yang bersangkutan mantan kades Lata-lata Abdul Malik Gama belum juga diperiksa oleh kedua lembaga itu.

"Kalau ditanya soal kecewa pasti saya dan warga disana ikut kecawa dengan kasus ini. Karena saya dan teman-teman sudah lama melaporkan kasus ini ke Inspektorat Halsel dan Kejaksaan Negeri Halsel. Mereka tidak pernah memeriksa saudara Malik Gama untuk mempertangung jawaban anggaran yang ia pake selama ia menjabat sebagai kades. Sedangkan proses hukum yang ia laporkan pada awal tahun 2020, tidak digubris alias tidak dilakukan penahanan kepada saudara Malik Gama. Waktunya cukup lama sejak satu tahun lalu dan mereka tidak pernah memproses ke penetapan tersangka, padahal nilai korupsinya sangat tinggi sekitar miliaran rupiah loh," paparnya.

Diakhir keterangannya, Hasan mendesak Kejari Halsel dan Inspektorat Halsel agar kasus korupsi ADD dan DD milik desa Lata-lata segera ditindaklanjuti dan ditingkatkan prosesnya agar yang bersangkutan bisa ditahan di rutan Ternate.

"Kami minta aparat penegak hukum baik itu di kabupaten Halsel maupun di Maluku Utara, agar kasus korupsi ADD dan DD milik desa Lata-lata, segera diproses hukum dan yang bersangkutan harus ditangkap dan ditahan di penjara korupsi di Ternate. Karena Malik Gama sudah keterlaluan dengan masalah ini. Dia harus segera ditahan dan diadili dipengadilan tindak pidana korupsi di Ternate, supaya yang bersangkutan ada efek jerah nanti," bebernya.

ALDY M