Jumat, 18 Juni 2021 | 05:58:42 WIB

Dandim 1512/Weda Hadiri Diskusi Kasus Pembunuhan 3 Warga patani Di Kantor Bupati Halteng

Jum'at, 26 Maret 2021 | 09:51 WIB
  • Foto (Istimewa) Pada Saat Rapat Berlangsung

Dandim 1512/Weda Letkol Arm Budi Satria SH, Kamis (25/03/2021) Kemarin Menghadiri Diskusi Terkait Pembunuhan 3 Warga Patani Dihutan Patani, Yang dipimpin Oleh Bupati Drs Edi Langkara MH. Diskusi tersebut Bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Halteng Jl. Bukit Loiteglas Desa Were Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Diskusi terkait Musibah Pembunuhan 3 Warga Patani Timur dan Patani Utara di Hadiri Oleh Bupati Halteng Drs. Edi Langkara. MH), Dandim 1512/Weda Letkol Arm Budi Satria. SH, Ketua DPRD Halteng Sakir Hi Ahmad, Sekda Halteng Yanto M. Asri. S.Pd, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Pengadilan Negri Soasio Surtiyono. SH. MH, Kapolres Halteng AKBP Nico A Setiawan. SIK. MM, Kejaksaan Halteng Yohana, Unsur OPD Kab. Halteng, Camat Weda, Kades Se-Kecamatan Weda, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Para tamu undangan.

Bupati Halteng Drs Edi Langkara SH Dalam Rapat Menyampaikan, Atas nama pemerintah Daerah mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada 3 korban pembunuhan di Hutan Patani.

Dikatakan Elang, Rapat bersama Forkompinda ini, Pihaknya meminta Saran, dan Pendapat Serta masukan terkait tindak pidana pembunuhan di Patani beberapa Hari lalu yang di sinyali pelakunya adalah orang suku togutil terhadap 7 oranga masyarakat Patani, 4 orang selamat dan 3 orang meninggal.

Sementara Tokoh masyarakat H. Usman Meminta kepada pemerintah daerah dan pejabat terkait agar menindaklanjuti secara serius karena suku toguti asli tidak akan melaksanakan tindakan seperti itu, "Karena berkaca pada Pengalaman Sebelumnya di Kali Waci Kab, Haltim, kejadian yang Sama terjadi itu bukan orang tugutil, Namun dari masyarakat pesisir," Ujarnya.

"Kalau memang pelakunya suku toguti kami harus tau tempatnya seperti di Kab. Halmahera Timur, dengan kepedulian Pemda yaitu membuat rumah," Tambah H. Sahil yang juga merupakan Tokoh Masyarakat.

Kasat Intel Polres Halteng menjelaskan bahwa pada tahun2 sebelumnya kejadian yang sama telah terjadi di Desa Waci, Kec. Maba Selatan, Kab. Haltim tetapi kejadiannya berbeda dengan kejadian yang terjadi di Kec. Patani, Kab. Halteng.

Menurutnya keterangan yang didapat bahwa orang suku yang jahat itu berada di belakang Dote dan kejadiannya kemarin lokasinya juga tidak terlalu jauh dengan kejadian tahun 2019.

"Secara singkat kejadian yang terjadi Desa Waci pada tahun 2019. Kami mohon untuk tidak keluar dulu, karena rana ini sementara masuk dalam proses penyelidikan sehingga kami minta waktu untuk melaksanakan tugas2 kami sebagai aparat penegak hukum," imbuhnya

"Ijinkanlah kami untuk bekerja, para suku togutil memiliki simbol contoh kita menuju satu titik selanjutnya membuat tanda jangan di potong sampai putus tetapi harus di patah karena kalau di potong sampai putus mereka memahaminya lain," Tambahnya.

Lanjut Bupati Halteng, Segera di buat operasi untuk progres penjinakkan, tidak boleh menyamakan kejadian tersebut dengan kejadian yg berbau sara.

"Tugas pertama bagi kita yaitu membuat rasa aman bagi masyarakat yang berada di dalam. Kejadian ini kami serahkan kepada Kapolres untuk memproses dan Dandim 1512/Weda untuk menganalisa sedangkan Pemda menunggu hasilnya," Tegasnya.

"kami harus tetap tenang dan jangan sampai termakan isu, permasalahan kali ini telah diambil alih oleh pihak TNI dan Polri," Imbuhnya.

(ASDAR)