Jumat, 18 Juni 2021 | 06:06:38 WIB

PB Djaman Malut Desak Polda dan Pemda Halteng Usut Tuntas Pembantaian 3 Warga DiHutan Patani

Sabtu, 27 Maret 2021 | 14:06 WIB
  • Foto Rizqi, Ketua Umum Djaman Malut

LINDO TERNATE - Pengurus Besar Jaringan Mahasiswa Nuku Maluku Utara (PB dJAMAN MALUT) mendesak Polda Malut dan Pemerintah daerah Halteng Untuk mengusut tuntas insiden pembantaian tiga warga patani di hutan, tepatnya dikali Gowonly peniti, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). 

"Peristiwa pembantaian ini tidak hanya terjadi kali ini saja, sebelumnya di tanggal 19 Maret 2019 juga terjadi pembantaian di kali Waci, Kabupaten Halmahera Timur, Olehnya itu insiden memilukan ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah maupun pihak kepolisian serta TNI agar secepatnya mengusut tuntas kasus Tersebut " Ujar Riski Saat dikonfirmasi Media Ini Sabtu (27/03/2021).

Lebih Lanjut kata dia, Pembantaian yang sering terjadi di hutan halmahera, membuat Sebagian pihak merasa resah dan menginginkan agar kejadian ini tidak terulang lagi. 

Tambahnya, Disisi lain, timbul berbagai opini liar, terkait dengan suku togutil sebagai pelaku pembantaian. Hal ini dikarenakan belum adanya titik terang dari penyelesaian kasus.

Sambungnya, Pemerintah dan pihak terkait yakni Polda Malut sudah sepatutnya mengambil langkah soluktif untuk menyelesaikan kasus dengan segera Mungkin 

"Kami berharap kepada pihak manapun, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang suku togutil Sebagai pelaku pembunuhan, sebab belum ada bukti yang cukup untuk membuktikannya. Bila perlu, pihak kepolisian sesegera mungkin membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) agar memfokuskan pengungkapan kebenaran dibalik insiden pembantaian di hutan halmahera, bukan hanya di Patani tapi juga di Kali Waci Halmahera Timur" Harapnya.

Rizqi yang juga merupakan Ketua Umum DJAMAN MALUT ini juga memeberikan Solusi Kepada Pihak kepolisian dan TNI Untuk Lebih Meningkatkan Keamanan dengan membuat pos-pos pengamanan di titik-titik tertentu di hutan halmahera, "Agar tidak terjadi Pembantaian yang memakan Korban Lagi," Tutupnya.

(Asdar)