Minggu, 16 Mei 2021 | 06:15:19 WIB

Fendy Hidayat : Raja Renov Mampu Sinergikan Pekerjaan Renovasi Dan Desain Interior

Rabu, 31 Maret 2021 | 21:15 WIB
  • (FOTO : RAJARENOV/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Banyak orang yang mencoba keberuntungan membangun usaha jasa renovasi, namun akhirnya kandas setelah berjalan beberapa waktu. Pemicunya, kurangnya order atau pesanan dari para klien dan mismanagement.

Selain itu, adanya pandangan negatif masyarakat akibat adanya beberapa kontraktor dan pemborong lalai dengan perjanjian. Misalnya, tidak tepatnya waktu penyelesaian, hasil akhir dari proyek bangunan tidak sesuai, banyak material yang hilang, korupsi bahan material, atau membawa lari uang yang sudah disetor klien sebelum selesainya pengerjaan proyek.

"Untuk membangun usaha renovasi memang bukanlah perkara mudah, apalagi harus merintis dari bawah," kata Fendy Hidayat, pengusaha Milenial dibidang jasa renovasi dan kontraktor, sekaligus CEO Raja Renov, startup dibidang renovasi bangunan, di Gading Serpong, Tangerang, Propinsi Banten, Rabu (31/3/21).

Menurut Fendy, hal utama yang harus perlu dilakukan adalah ada promosi, baik melalui mulut ke mulut, maupun melalui media konvensional serta platform Media Sosial (Medsos), seperti Facebook atau Instagram.

"Tapi, kalau saya diawal mendirikan usaha ini, saya mendapatkan banyak klien dari networking dan relasi. Awalnya, klien yang datang berdasarkan networking sekitar 60%, sisanya datang berdasarkan informasi di Medsos dan media massa. Namun, saat ini, jumlah klien yang dari Medsos semakin meningkat,” ungkap lulusan teknik sipil Universitas Parahyangan (Unpar) angkatan 2006-2010 ini.

Fendy, yang memulai usaha renovasi dengan usaha borongan kecil-kecilan, bahkan sempat mengangkut bahan material dengan motor bebek ini, mengaku bukan juga lulusan terbaik dan tercepat dari kampus.

"Kalau secara akademik, saya tidak terlalu menonjol. Namun, ketekunan, kejujuran, kerja keras, dan doa yang bisa mengantarkan saya hingga saat ini. Namun, saya tidak boleh berpuas diri, saya akan tetap memacu diri saya supaya usaha saya tumbuh semakin lebih besar agar bisa membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang,” tutur Fendy.

Pria yang pernah digaji sekitar Rp 1 jutaan oleh perusahaan properti dan sempat juga menjajal sebagai pedagang kain batik di Pasar Baru ini menuturkan, yang paling penting untuk mendapatkan klien adalah menjaga kepercayaan dan jangan sampai mengecewakan klien. Oleh sebab itu, hampir semua klien yang di tangani kembali memesan jasanya.

"Kita harus jujur kepada klien, kerja cepat dan selesai sesuai kesepakatan, bahkan kalau bangunan yang hasilnya kurang memuaskan klien, atau ada yang cacat, kami bersedia memperbaiki atau merombaknya,” ujarnya.

Berkat kepiawannya dalam merenovasi dan tetap berusaha menjaga kepercayaan klien, tidak heran usaha jasa renovasinya tidak pernah sepi pemesan. Pada masa pandemi ini dan banyak perusahaan yang gulung tikar, Fendy malahan kebanjiran order sejak Raja Renov didirikan diawal 2020.

"Usaha jasa renovasi di Indonesia sudah cukup beragam, namun sedikit yang mampu mensinergikan pekerjaan renovasi dan desain interior. Raja Renov mampu menangkap peluang ini, lantaran mampu mengikuti tren terkini soal renovasi dan interior dan menyesuaikan dengan keinginan dan minat konsumen, yang sebagian besar adalah anak–anak muda milenial dan keluarga muda," jelasnya.

Selama ini tambah Fendy, Raja Renov sudah mengerjakan berbagai renovasi rumah, ruko, perkantoran, dan apartemen di sejumlah wilayah di Jabodetabek pernah digarapnya.

“Kami hadir untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang timbul di rumah, ruko, apartemen, ataupun kantor. Baik masalah arsitektur, struktur, interior maupun mekanikal elektrikal. Dari segi desain hingga teknis lapangan kami siap membantu. Raja Renov adalah brand yang disupport oleh tim yang pengalaman di bidangnya, pemasok yang qualified, dan beberapa bank rekanan sehingga membuat kami semakin yakin dalam melangkah di bidang kontruksi ini,” kata Fendy. (ARMAN R)