Jumat, 30 Juli 2021 | 00:45:06 WIB

Lagi-lagi Profesi Wartawan di Hadapkan Dengan Premanisme, Hal ini di Alami oleh Wartawan BinPers M. Said Marsaoly

Senin, 14 Juni 2021 | 14:44 WIB
  • Foto korban kekerasan melakukan fisum.

 

LINDO TERNATE - Lagi-lagi profesi sebagai wartawan penuh dengan suka duka, seperti halnya kejadian pemukulan yang tak disangka bahkan diduga, seperti lagak preman profesional dengan aksi bajingannya melakukan aksi premanisme yang bengis di wilayah kekuasaannya, terhadap seorang wartawan Media Berita Investigasi Indonesia (BiNPers)M Said Marsaoly, di pelabuhan Speed Kelurahan Rum Balibunga Kota Tidore Kepulauan, Minggu 13 Juni 2021.

Aksi premanisme pemukulan terhadap wartawan terjadi sekitar pukul 17.00 Wit. Dengan aksinya pelaku mendatangi korban menggunakan Mobil Honda Jazz, di pinggir jalan area  pelabuhan speed Kel. Rum. Saat korban sedang menjemput rekan wartawannya dari Ternate untuk nginap di rumahnya, terkait agenda liputan pemberitaan yang akan dibahas malam nanti.

Hal ini diungkapkan said bahwa "Waktu itu saya ke pelabuhan speed naik motor  honda spin  mau jemput teman wartawan yang dari Ternate, tiba-tiba Abang Ko  dengan mobil Honda Jazz keluar tidak pake nanya langsung  langsung pukul saya p perut dengan keras, sampe banapas sesak". Ucap said.

Untuk di ketahui kronologis aksi premanisme pemukulan ini, berawal dari pemberitaan yang terkait dengan seorang oknum anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara, Abdul Jalal Maradjabessy alias Gion, yang ketangkap membawa miras cap tikus berisi satu mobil Toyota Avansa berwarna putih, dan ternyata merupakan Kaka dari pelaku pemukulan yang sering di panggil atau dikenal dengan sebutan Abang Ko atau bernama lengkap *abdul gafur* yang saat ini bekerja sebagai ASN di BPD Kota Tidore ,dan setelah diketahui merupakan keluarga dari Gion. 

Pelaku merasa tidak terima kakaknya di beritakan oleh media karna sudah viral, salah satunya media dari wartawan korban pemukulan, yang akhirnya menjadi ancaman aksi terencana dari pelaku yang diduga sudah punya niatan jahat untuk dijadikan target penganiayaan.

Diungkap oleh said bahwa sebelumnya sudah ada kesan ancaman atau intimidasi, untuk tidak dimuat berita tersebut, namun berita ini sudah banyak publik yang tau karna media yang menayangkan berita terkait oknum anggota DPRD Tikep, bawa minum keras cap tikus di bulan Ramadhan sudah menyebar kemana mana, bahkan dari mulut masyarakat sendiri yang membicarakan sebelum media memberitakan lebih dulu.

Ini terbukti dari ungkapan pelaku Premanisme *Abang Ko* atau  dari mulutnya sendiri kepada korban, setelah melakukan aksi pemukulan yang diucapkannya didepan publik "So Bilang Jang Ngana Kase Nae Berita Bikiapa Ngana Kase Nae" (sudah bilang jangan muat berita itu, mengapa kamu memuatnya). ucap said.

Kasus aksi penganiayaan ini yang terkesan terencana oleh pelaku, sehingga korban merasa terancam sehingga di laporkan ke pihak kepolisian Polres Tidore Kepulauan di Jalan Ahmad Yani 1 Kel. Goto Tikep pada pukul. 22.10 Wit. Sehingga pihak kepolisian sudah melakukan tindakan dengan melakukan visum et repertum kepada korban dan pengambilan keterangan untuk di tindaklanjuti. 

Untuk masalah tersebut *pimpinan dan  Tim Hukum Media berita investigasi Nasional DEVISI HUMAS MABES POLRI* di Kantor redaksi pusat akan mengawal sampai tuntas. 

(Empy)