Rabu, 20 Oktober 2021 | 05:20:22 WIB

Aliansi Masyarakat Lata-lata Kutuk Keras Pendukung Abdul Malik Gama Soal Aksi Demo di Balai Desa

Rabu, 7 Juli 2021 | 18:42 WIB
  • Warga Lata-lata sedang berdialog dengan pemerintah desa Lata-lata dikediaman Sekdes Lata-lata. (Foto: Aldy/Lindo)

HALSEL, LINDO - Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata (AMDAL) mengutuk keras soal aksi demo yang dilakukan oleh beberapa mantan kaur desa dan mantan anggota badan permusyawaratan desa (BPD) di kantor desa Lata-lata, kecamatan Kasiruta Barat, kabupaten Halmahera Selatan, pada Jumat (02/07/2021) kemarin. Aliansi menilai bahwa aksi itu sengaja diseting oleh saudara Abdul Malik Gama yang juga mantan kepala desa Lata-lata.

 

Demikian hal itu ditegaskan Ketua Aliansi Masyarakat Desa Lata-lata Hasan Maici di Ternate, Selasa (06/07/2021). Hasan mengungkapkan bahwa persoalan dalam desa selama Abdul Malik Gama melepas jabatannya di desa tersebut aman terkendali. Apalagi pembangunan di dalam desa saat ini sedang menunggu instruksi hasil Musdes yang perencanaannya akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.

 

"Desa kami aman terkendali, tidak ada warga lagi yang protes kebijakan pemerintah desa atau Plt Kades di desa kami. Semua berjalan normal dan tidak ada warga yang ikut terprofokasi soal isu kepala desa. Justru kalau saya liat kasus ini kembali dibesarkan karena semua itu atas keinginan mantan kades Abdul Malik Gama yang saat ini berdomisili di Labuha, Bacan, Halsel," kata Hasan pada media ini.

 

Dalam kesempatan itu, Hasan menyarankan pada mantan Kades Abdul Malik Gama agar lebih berkonsentrasi kasusnya di Kejaksaan Negeri Halsel soal dugaan korupsi dana desa dan alokasi dana desa yang dikorupsi sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.

 

"Tidak usah bikin gerakan tambahan atau mau merebut tahta kepala desa Lata-lata di desa kami. Dia sudah kami cap merah, alias kades bermasalah suka makan duit rakyat. Jadi jangan bapaksa diri kembali pimpin desa kami, urus ngana pe kasus dulu di Kejari Halsel," pinta Hasan.

 

Hasan menegaskan jika Abdul Malik Gama tetap ngotot dan mau memaksa diri untuk kembali memimpin desa Lata-lata, maka resikonya sangat besar. Ia hanya meminta lebih baik sang mantan kades berdiam diri di Labuha dan beraktifitas sebagai warga biasa saja, tidak usah lagi mengacaukan suasana pemerintah desa yang saat ini sudah terjalin baik dengan warganya.

 

"Kalau sudah aman di Labuha, Bacan jangan lagi paksa diri rebut jabatan kades di desa kami. Kami sudah bosan dan tidak ingin dia memimpin desa kami, karena yang bersangkutan sudah kami blecklist, jadi jangan memaksa diri nanti resikonya besar. Ingat itu Malik," tegas Hasan.

 

Diakhir keterangannya, Hasan menghimbau pada seluruh warga Lata-lata termasuk warga Lata-lata yang ada diperantauan jangan terprofokasi dengan orang-orang yang sengaja mengacaukan masyarakat di desa Lata-lata. Ia meminta pada warganya agar tetap menjaga silaturahmi dan sama-sama menciptakan kedamaian dan ketentraman di dalam desa termasuk sama-sama berkonsentrasi membangun pembangunan didalam desa Lata-lata.

 

"Kalau mau aman dan tentram di dalam desa, saya minta jangan ikut-ikutan ajakan orang. Apalagi yang diajak mantan kades Abdul Malik Gama, dia itu sudah menghancurkan torang pe negeri jadi tidak usah terjebak pada sepak terjang Malik yang dia stel dari Labuha Bacan. Dia itu penghianat dan munafik yang bikin rusak torang pe kampong, jadi jangan iko-iko atas pengaruh dia, jangan tanggapi lah. Pigi la urus kerja jangan terpengaruh dengan Malik yang sudah setenga gila," paparnya.


Aldy M