Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:39:53 WIB

Koorsahli Dankormar Tinjau Latihan Denjaka Dan Brigif 4 Marinir/BS

Rabu, 15 September 2021 | 19:43 WIB
  • (FOTO : DISPENKORMAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Koordinator Staf Ahli Komandan Korps Marinir (Koorsahli Dankormar) Kolonel Marinir Edy Setiawan, M.M mewakili Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, meninjau Latihan Denjaka Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Brigif 4 Marinir/BS Tahun Anggaran (TA) 2021, yang digelar di kantor Gubernur Bandar Lampung Jalan Wolter Monginsidi No 69, Talang, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung, Rabu (15/9/21).

Latihan kali ini menggabungkan Latihan Triwulan III Detasemen Jalamangkara TNI AL dan Latihan Satuan Lanjutan II Aspek Darat Brigade Infanteri 4 Marinir/BS TA 2021 dalam satu kegiatan yang terencana dan terorganisir.

Dalam kegiatan yang digelar ini, Koorsahli Dankormar didampingi Gubernur Bandar Lampung Ir. H Arinal Djunaidi yang diwakilkan Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto dan Muspida Provinsi Lampung  meninjau aksi Prajurit – prajurit Petarung Korps Marinir TNI AL dalam suatu skenario pembebasan sandera pejabat penting Provinsi Lampung yang dilakukan oleh pasukan Sonora yang merebut dan menguasai Obyek Vital Kantor Gubernur Lampung.

Usai menyaksikan rangkaian kegiatan Latihan, Kolonel Marinir Edy Setyawan didampingi Muspida Provinsi Lampung, Dandenjaka, Danbrigif 4 Mar/BS, memberikan arahan dan semangat kepada para prajurit yang sudah melaksanakan latihan dan diakhiri foto bersama.

Didepan awak media, Koorsahli Dankormar mengatakan, dalam latihan kali ini diterjunkan beberapa kendaraan tempur Denjaka, kendaraan Brigif 4 Mar/BS, Pesawat Udara Cassa TNI AL dan helly bell TNI AL.

Menurutnya, tujuan dilaksanakannya latihan kali ini, adalah untuk memperkuat pasukan pendarat TNI AL, serta latihan rutin yang dilaksanakan oleh prajurit sesuai dengan perintah Satuan Atas. 

“Kami juga tadi menggunakan exfiltrasi tim bravo menggunakan teknik stabo melalui udara menggunakan helly bell TNI AL, dimana teknik ini digunakan pada saat pelaksanaan pengunduran yang sangat sulit dijangkau,” ujar 

Sementara itu, Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh pasukan TNI AL. 

“Kami kagum sekali dengan operasi pembebasan sandera yang dilaksanakan Pasukan Denjaka dan Brigif 4 Mar/BS. Peralatan yang digunakan juga sangat lebgkap, mulai dari kendaraan rupanpur,” ungkapnya.

Fahrizal mengatakan, pemilihan lokasi di Gedung Pemprov Lampung dianggap tepat karena pusat perkantoran dianggap sebagai salah satu objek vital. 

“Pemilihannya tepat karena disini ada gedung DPRD, kantor Gubernur dan merupakan objek vital di provinsi Lampung,” pungkas Sekda Provinsi Lampung. (ARMAN R)