Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:36:37 WIB

Pelaku Kasus Pencabulan Di Bawah Umur Akhirnya Serahkan Diri

Kamis, 16 September 2021 | 15:17 WIB
  • Foto Dok, Press Release Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur

LINDO HALUT - Nasib malangnya seorang gadis bukan diantar pulang kerumah malah dicabuli oleh seorang warga Kecamatan Tobelo Timur diperkebunan warga.
            Hal ini di sampaikan langsung oleh Kapolsek Tobelo Selatan Iptu Karel Siauw, S.Sos saat lakukan Press Release, didampingi Wakapolres Alwan Aufat, KBO Reskrim Polres Halut, Kanit Reskrim Polsek Tobelo Selatan Aiptu Edwin Manipa,SH, yang berlangsung diruangan Amarta Mapolres Halmahera Utara, Kamis (16/09/2021).
           Bermulanya kata Kapolsek, hari Rabu 28 Juli 2021 pukul 09.00 pagi seorang perempuan / Saksi Korban inisial YD mendatangi Polsek Tobelo Selatan melakukan laporan Pencabulan yang terjadi salah satu kebun milik warga di Desa Mawae Kecamatan Tobelo Timur sekitar pukul 03.30 wit Rabu 28 Juli 2021, Sesuai dengan laporan Polisi Nomor : /04/VII/2021/PMU/Res Halut/SPKT.tanggal 28 Juli 2021 identitas Terlapor/TSK JK alias Jainal (25 tahun) Desa Mawea Kecamatan Tobelo Timur Kabupaten Halmahera Utara.
               Menurut Kapolsek sesuai dengan kronologisnya, saat itu korban bersama temannya pulang dari Desa Meti Kecamatan Tobelo Timur, karena tidak ada kendaraan Korban bersama temannya berjalan dari Pelabuhan Desa Todokuiha berjalan, sesampai di samping kantor Camat Tobelo Timur, karena lelah korban beristirahat di depan kios.
          Selanjutnya teman korban lanjutkan perjalan, tiba tiba datanglah si Pelaku dengan gunakan motor Metic, lalu bertanya kepada korban mau pulang ke mana, setelah korban menjawab, Pelaku menawarkan untuk antar pulang, dan Pelaku membawa korban untuk antar pulang.
             Namun tetapi dalam perjalanan pulang, sampai di jalan perbatas antara desa Yaro dan Mawea, Pelaku berhenti lalu pegang tangan korban dan tarik korban masuk ke kebun, lalu lakukan pencabulan terhadap korban," jelas Kapolsek.
             Kata Kapolsek, dengan Modus cara mengantarkan pulang YD kerumah tapi JK alias Jainal secara spontan melakukan aksi pencabulan korban YD.
            Untuk motif dari kasus Pencabulan ini Tersangka JK di kuasai minuman keras alias mabuk, dan untuk persoalan Suka sama suka itu tidak ada, bahkan juga si korban dan Pelaku tidak saling mengenal," ucap Karel.
            Karel menjelaskan bahwa, Tersangka perkuat dengan alat bukti sehingga dikenakan pasal 289 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, sementara pasal 285 KHUP yang harus ditetapkan terhadap tersangka, namun tersangka tidak melakukan persetubuhan terhadap korban, kalau pasal 289 itu murni karena sesuai dengan 2 alat bukti keterangan ahli berupa Visum, Saksi Korban dan di tambah lagi pengakuan dari Tersangka," ungkapnya.
              Sebelumnya tambah Karel, setelah mendapatkan laporan tersebut, langsung diperintahkan untuk melakukan pengintaian terhadap pelaku untuk diamanka, karena pelaku melarikan diri selama 25 hari, sebab itu Polisi langsung melakukan pendekatan terhadap keluarga dan Pemerintah Desa setempat.
             Namun dengan sendirinya Tersangka menyerahkan diri di Polsek pada tanggal 8 September yang dibawa langsung oleh pihak keluarga dan Pemdes Todokuiha tanpa kami lakukan penangkapan," tutur Kapolsek.   ( Jef )