Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:46:21 WIB

Tepis Persepsi Negatif, Ibu Marlina Warga Jayapura Akhirnya Vaksin Di TNI AL

Jum'at, 17 September 2021 | 13:34 WIB
  • (FOTO : DISPENLANTAMALX/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Stigma negatif mengenai Vaksin Covid-19 masih  membayangi sebagian masyarakat Indonesia. Pemahaman dan kesadaran sebagian masyarakat kita akan pentingnya program pemerintah dalam menjaga kekebalan tubuh dan kelompok masyarakat dari pademi Covid-19 ini, masih minim.

Tak henti-hentinya pemerintah mensosialisasikan program kesehatan ini agar herd community bangsa Indonesia semakin kuat, namun masih saja sebagian masyarakat menyepelekan hal ini.

Melalui prgram Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Papua, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bersama IPDN, terus mengkampanyekan program nasional ini, dan terbukti bisa menyakinkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.

Seperti yang dialami salah satu warga Kota Jayapura, Marlina Ngutra, seorang ibu rumah tangga yang sedang mengikuti Gebyar Vaksinnasi oleh TNI AL-IPDN, di KRI dr. Soeharso 990, Jumat (16/9/21).

Ibu rumah tangga yang tinggal di Weref, Distrik Jayapura Selatan, tidak jauh dari Pelabuhan Umum Jayapura, tempat pelaksanaan vaksin mengutarakan kepada kami.

Perempuan yang bersuamikan Yefta Womsiwor ini, menceritakan ketakutan akan vaksin karena melihat suaminya selesai divaksin mengalami kondisi kesehatan yang turun diopname di rumah sakit.

"Setelah suami saya divaksin, kondisi kesehatannya malah menurun, dia malah sakit dan diopname di rumah sakit. Makanya saya jadi takut, trauma bapa untuk divaksin," tutur Marlina Ngutra.

Namun setelah diberikan pemahaman dan pengetahuan oleh petugas akan pentingnya Vaksin untuk melindungi diri akhirnya, ibu Marlina Ngutra bersedia untuk divaksin. 

Menurutnya, setelah diberikan penjelasan oleh tenaga medis suaminya sakit bukan karena Vaksin melainkan karena ada penyakit lain dan kelelahan.

"Tapi ternyata suami saya sakit bukan karena Vaksin, tapi dia sakit karena kecapean dan ada penyakit lain," ungkapnya.

Disamping itu, ia beralasan tdak mau di vaksin juga karena alasan masih memberikan ASI kepada buah hatinya.

"Saya juga masih menyusui anak saya yang kecil, tapi saya su tau (sudah tau) bahwa vaksin aman dan memilih vaksin di sini (Angkatan Laut) karena pelayanan baik," pungkas nya sambil berlalu untuk pulang setelah menunggu 15 menit diobservasi.

Kegiatan Gebyar Vaksinasi ini juga mendapat perhatian dari Ketua Korcab X DJA III Ny. Mery Feryanto P. Marpaung. Didampingi pengurus yang lain ia secara langsung meninjau kegiatan Vaksin ini, sekaligus menyempatkan diri mengunjungi KRI dr. Soeharso - 990.

"Kesempatan baik berkunjung ke KRI Soeharso - 990 untuk melihat dari dekat Kapal Rumah Sakit mulai dari Rumah Perawatan ICU, Ruang Isolasi serta ruang pengisian oksigen," ucap Ibu Mery Feryanto.

Beberapa waktu lalu KRI dr. Soeharso juga turut membantu pemenuhan kebutuhan oksigen di Jawa timur pada saat kasus Covid-19 meningkatkan. (ARMAN R)